Berita

Ma’ruf Amin

Wawancara

WAWANCARA

Ma’ruf Amin: Jadikan Momentum Muharam Terbebas Dari Perilaku Korupsi

RABU, 06 NOVEMBER 2013 | 09:23 WIB

Pemimpin diharapkan memanfaatkan momentum Tahun Baru Muharam atau Hijriah untuk membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.

“Muharam itu bemakna hijrah, yakni meninggalkan yang buruk menuju yang baik. Itu berlaku kepada para pemimpin dan masyarakat,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ma’ruf Amin berharap, di bulan Muharam ini  dijadikan momentum perbaikan bangsa dan negara ke depan. Antara lain, menjauhi perilaku korupsi.


“Jadikan momentum Muharam agar para pemimpin terbebas dari perilaku korupsi. Pemimpin harus mewujudkan peningkatan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Makna Muharam itu melarang, bisa dijabarkan?
Secara penamaan Muharam itu  adalah melarang (haram). Artinya dilarang melakukan hal-hal yang buruk. Sedangkan dari sejarah 1 Muharam itu kan berangkat dari hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah untuk menghindari konflik. Kemudian membangun masyarakat baru di Madinah.

Dari  sini bisa  dijabarkan bahwa kita harus melakukan upaya perbaikan. Secara secara filosofis, kita dianjurkan untuk mengubah perilaku, cara berpikir yang buruk menjadi baik.
     
Perilaku korupsi terus merajalela, apa pendapat Anda?
Para pemimpin perlu introspeksi diri. Di bulan Muharam ini kita diajak untuk merenungkan dan meninggalkan cara berpikir, berprilaku yang kurang membawa manfaat.

Intinya di bulan Muharam ini kita diminta untuk melakukan perbaikan. Itu ditujukan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik ke depan.
 
Apa pemimpin punya komitmen seperti itu?
Pemimpin itu harus berkomitmen untuk melakukan semacam penilaian ulang terhadap apa yang dilakukannya selama ini. Apakah kebijakannya sudah menghasilkan kemaslahatan untuk masyarakat. Kalau sudah, tentu dia harus mencari lagi cara-cara lain yang  bermaslahat bagi masyarakat.

Yang jelas, jangan merusak dan merugikan masyarakat. Itu tidak boleh. Pemimpin seperti itu tentu dilaknat Allah.

Apa pemimpin itu masih melakukan introspeksi?
Itu harus. Tahun Baru Hijriah atau Muharam itu sebenarnya momentum untuk melakukan introspeksi. Melakukan koreksi atas apa yang sudah dilakukan sebelumnya.

Berarti pemimpin itu perlu melakukan renungan?
Betul. Pemimpin harus banyak merenung. Apakah keberadan mereka bermanfaat buat bangsa dan negara atau tidak.

Bagaimana dengan politisi?
Politisi  juga harus merenungkan diri. Jangan sampai melakukan tindakan yang tidak pro rakyat. Apalagi sampai korupsi.
 
Ada imbauan  MUI?
Prinsip Muharam itu kan menekankan pada moralitas, akhlak dan etika. Maka birokrasi, politisi dan pebisnis perlu mengarah pada prinsip kebaikan.

Kenapa begitu banyak perilaku buruk di negeri ini?
Ini yang perlu diubah. Bangsa dan negara kita lebih bagus ke depan. Sekarang ini memang banyak masalah. Lihat saja ketidakmerataan kesejahteraan, kemiskinan di mana-mana, korupsi menggurita dan lainnya. Itu semua harus kita tinggalkan. Artinya,  hijrah dari prilaku seperti itu ke arah yang lebih baik.
 
Kalau  pemimpin berkomitmen dalam bulan Muharam ini, saya kira keadaan Indonesia akan lebih baik.

Bisa juga diartikan agar Pemilu 2014 harus lebih baik dari sebelumnnya?
Betul. Pemilu harus berjalan baik. Hindari  konflik. Kita lebih baik menggunakan cara-cara yang beretika, adil dan jujur. Kalau kita menang, mesti merangkul yang kalah untuk bersama-sama membangun bangsa.

Bagi yang kalah tentu harus mengakui kekalahan. Bukan mencari-cari masalah, sehingga timbul konflik, toh kita kan bisa membangun bersama. Pokoknya, semua berjalan di atas rel yang benar. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Empat Anggota TNI Penyiram Air Keras Sebaiknya Diadili di Pengadilan Sipil

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:05

Tiga Kecelakaan di Tol Jateng Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:01

Kejahatan Perang Trump

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:36

Hadiri Jakarta Bedug Festival, Pramono Tekankan Kebersamaan Sambut Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14

Kenapa Pemimpin Iran Mudah Sekali Diserang Israel-AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:07

Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI dan Polri Tangani Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:23

Hukum Militer, Lex Specialis, dan Ujian Akuntabilitas dari Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:04

Korlantas Gagal Tangani Arus Mudik

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:00

Dokter Tifa Ngaku Dikuatkan Roy Suryo yang Masih Waras

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:29

Air Keras dari Orang Dalam

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:11

Selengkapnya