Berita

Jusuf kalla/net

JK: Gaji Buruh Jadi Korban Karena Mahalnya Biaya Produksi

SELASA, 05 NOVEMBER 2013 | 22:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jusuf Kalla (JK) yakin Indonesia akan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi pasca 2014. Permasalahan yang terjadi saat ini sifatnya temporer atau sementara saja, setelah mencapai keseimbangan baru, segalanya akan membaik.

JK mengatakan bahwa apa yang dialami oleh melemahnya ekonomi Indonesia saat ini disebabkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlebihan, di sisi lain APBN masih menanggung subsidi yang besar.

"Trade defisit saat ini disebabkan konsumsi BBM yang berlebihan. Padahal 40 % BBM kita berasal dari impor, pada saat yang bersamaan pendapatan ekspor kita turun akibat harga batubara, crued palm oil (CPO) dan gas alam menurun," kata mantan wakil presiden itu saat menerima tamu kehormatan Duta Besar Kanada Donald Bobiash di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa (5/11).


Seperti dalam keterangannya, JK juga menyadari bahwa harga batubara dan gas alam dunia sulit untuk naik di masa mendatang salah satunya akibat ditemukan alternatif baru, yaitu shale gas di berbagai negara.

Dalam perbincangan yang sangat menarik itu, PR Indonesia di masa mendatang ungkap dia adalah bagaimana bisa menaikan global chalenge chain, memproduksi barang jadi, bukan menjual bahan mentah saja. JK memang selama ini menekankan produktivitas perekonomian harus ditingkatkan dengan meningkatkan nilai tambah.

"Ini akan menjadi mudah, jika kualitas sumber daya manusia di Indonesia ditingkatkan," ujar JK.

Dalam bidang ini, Indonesia sudah sadar, hanya ada tiga negara di dunia yang mencantumkan dengan jelas budget untuk pendidikan di konstitusi mereka, yaitu Argentina, Taiwan dan Indonesia. 20 persen alokasi APBN untuk pendidikan. "Ini awal yang baik, tetapi diperlukan eksekusi yang baik pula," ungkapnya.

JK dengan percaya diri mengatakan bahwa sebenarnya ada beberapa Industri di mana Indonesia siap bersaing di pasar global. Industri komponen dan automotif misalnya, Indonesia lebih kompetitif daripada Thailand, yang selama ini dianggap sebagai "produsen" automotif kawasan.

Bicara tentang industri, Dubes Kanada tidak lupa bertanya tentang demo buruh di Indonesia. JK yang pro terhadap kesejahteraan buruh berpendapat bahwa upah buruh masih rendah, perlu dinaikkan tetapi secara bertahap, supaya bisnis juga tidak terganggu. JK juga mengatakan bahwa pada saat yang bersamaan, produktivitas buruh harus ditingkatkan melalu perbaikan skill.

Kata JK, upah buruh yang rendah tersebut salah satunya disebabkan tingginya biaya bunga, biaya logistik dan ketidakpastian hukum di Indonesia. Bunga di Indonesia salah satu yang tertinggi di kawasan ekonomi regional. Biaya logistik juga, nilainya hampir 20 persen dari GDP Indonesia. Hal ini menyebabkan biaya produksi mahal oleh karena itu gaji buruh sering jadi korban. Tetapi, buruh juga harus paham, demonstrasi bukan cara yang baik, perlu duduk bersama membahas perbaikan. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya