Berita

Lukas Enembe/net

Nusantara

Gubernur Lukas Harap Jembatan Holtekamp Jadi Icon Papua

SELASA, 05 NOVEMBER 2013 | 19:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Gubernur Papua Lukas Enembe berharap Jembatan Holtekamp yang menghubungkan Kawasan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan dengan Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura mampu menjadi Icon atau Landmark Papua yang selama ini tertinggal dibidang infrastruktur khususnya jalan dan jembatan.

Dengan dibangunnya jembatan ini, kata Lukas menunjukkan kalau Pemerintah Indonesia serius terhadap percepatan pembangunan di Papua.  Selain itu Jembatan ini mampu sebagai perekat antara Indonesia dan Papua New Guine. Gubernur Papua berharap tahun 2014 konstruksi jembatan Holtekamp sudah dimulai. Dia juga mengiginkan Holtekamp dapat rampung dalam 1-2 tahun anggaran.
 
"Mau tidak mau, suka tidak suka kita berada di pintu Gerbang Kawasan negara-negara Pasifik," ujar Lukas Enembe seperti dilansir dari situs resmi Kementerian PU, Selasa (5/11).


Menurutnya, jalan yang ada sekarang adalah peningggalan Belanda. Dan untuk saat ini kondisinya rawan dengan kemacetan khususnya di Kota Jayapura. Oleh karenanya ke depan perlu dibangun jalan alternatif yang mampu memecah kemacetan lalu lintas sekaligus dan mempercepat perkembangan perekonomian di tanah Papua. Dana pembiayaan berasal dari sharing antara pemrov-pemkab dan pemerintah pusat dengan pembagian pemda 30 persen dan pusat 70 persen, dengan diperkirakan menelan biaya mencapai Rp 800 miliar.

Proyek jembatan sepanjang 1,8 km ini direncakan akan dimulai awal 2014. Jembatan kebanggaan masyarakat Papua ini disudah ditindaklanjuti melalui MoU antara Pemprov Papua dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Bahkan Presiden SBY juga telah menyetujui pembangunan jembatan ini. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya