Berita

foto: net

Politik

Lima Indonesia Minta Komisi II DPR Bentuk Pansus Pendataan Penduduk

SELASA, 05 NOVEMBER 2013 | 16:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Penetapan daftar pemilih tetap (DPT) memunculkan pertanyaan besar yang terkait dengan proses Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4), kaitannya dengan program pencatatan penduduk dan perekaman data penduduk ke elektronik (E-KTP).

"Pertanyaan mendasarnya apa yang membuat KPU seperti bekerja kembali ke awal yakni seperti segala sesuatunya belum dibantu oleh teknologi perekaman data kependudukan," kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima Indonesia), Ray Rangkuti, kepada wartawan, Selasa (5/11).

Semestinya, jika data DP4 merupakan hasil dari perekaman data yang valid dan terintegrasi dengan program E-KTP, cara kerja KPU tidaklah sesulit seperti sekarang. KPU tinggal menyisir mana pemilih yang sesuai dengan UU dan mana yang tidak. Faktanya, KPU kembali menemukan hal-hal yang semestinya tidak terjadi. Yakni, adanya data ganda baik berupa nama, alamat dan NIK , pemilih yang tidak terdaftar, dan kini ada setidanya 10.4 juta pemilih yang tidak memliki NIK atau data KK seperti dinyatakan KPU.


Jika ini ditambah dengan 30-an juta data yang ada di DP4 dan dinyatakan Menteri Dalam Negeri hilang di Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP), maka setidaknya ada 40,4 juta yang masih menjadi masalah dalam program pendataan di Kemendagri.

Pokok soalnya adalah tidak ada satupun lembaga yang bisa dan berwenang melakukan audit program pendataan kependudukan dan pemilih yang dilaksanakan oleh Kemendagri. Karut marut penetapan DPT sejatinya memberi inspirasi dan dorongan bagi masyarakat untuk melihat seberapa besar program pencatatan penduduk dan penetapan pemilih versi Kemendagri ini berjalan sukses.

"Dan lembaga yang paling mungkin dan memiliki kewenangan politik melakukan hal itu adalah DPR, khususnya Komisi II. Karena itu Lima Indonesia mendesak Komisi II untuk segera membentuk panitia khusus DPR guna mengevaluasi pendataan penduduk dan penetapan pemilih yang dilaksanakan Kemendagri," ujarnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya