Berita

Politik

Surat dari Prabowo Beredar di Pasaran

SENIN, 04 NOVEMBER 2013 | 18:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tak terhitung buku yang di dalamnya mengungkit khusus sosok mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen (Purn) Prabowo Subianto. Salah satu yang lawas adalah "Detik-Detik yang Menentukan" karya Presiden RI ke-3, BJ Habibie. Atau, "Prabowo Sang Kontroversi" karya Erros Djarot dkk.

Hari ini, Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menambah lagi koleksi buku yang terkait dengan sosoknya.

Prabowo Subianto meluncurkan sebuah buku yang berjudul "Surat Untuk Sahabat". Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan Prabowo yang pernah ia publikasikan lewat akun Facebook pribadinya.


Kepala Bidang Kominfo DPP Partai Gerindra, Ondy A. Saputra, mengatakan bahwa buku tersebut merupakan upaya Prabowo agar masyarakat luas dapat mengetahui perasaan dan berbagai pemikirannya secara mendalam.

"Segala permasalahan dan tantangan yang dihadapi bangsa ini serta solusi yang ditawarkan untuk menghadapi permasalahan dan tantangan tersebut juga diungkapkan secara jelas dan sistematis oleh Beliau, dalam kemasan yang apik dan mudah dipahami," kata Ondy dalam pernyataan tertulisnya, Senin (4/11).

Ondy menjelaskan, di dalam setiap buku "Surat untuk Sahabat" yang dijual dengan harga Rp. 80.000 ini juga terdapat bonus film dokumenter "Membangun Indonesia Raya", di mana Prabowo melakukan presentasi berbagai tantangan bangsa dengan format dokumenter layaknya "An Inconvenient Truth" yang pernah dibuat oleh mantan Wakil Presiden AS Al Gore, serta diselipkan enam buah stiker Gerindra. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya