Berita

surya paloh/net

Surya Paloh: Nasdem Tak Keberatan Penetapan DPT Ditunda Lagi Dua Pekan

SENIN, 04 NOVEMBER 2013 | 14:55 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda kembali penetapan daftar pemilih tetap (DPT), bila masih terjadi permasalahan-permasalahan data pemilih.

"Nasdem tak keberatan bila DPT harus ditunda lagi selama dua-tiga pekan lagi. Hal itu demi penyempurnaan DPT, sehingga tak ada persoalan DPT ke depannya," kata Surya usai Pelantikan Pengurus DPW dan Pembekalan Caleg Partai NasDem se-Sumsel, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (4/11).

Meski begitu, lanjut Surya, bila KPU menyatakan persoalan DPT telah selesai dan bisa ditetapkan, maka Nasdem tak mempermasalahkan hal itu.


"Yang penting semua masyarakat bisa terakomodir untuk bisa menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai masalah pada Pemilu 2009 terulang kembali," kata Surya, dalam rilisnya.

Di tempat terpisah, pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin meminta kepada KPU untuk kembali menunda jadwal penetapan DPT. Penundaan dimaksudkan supaya KPU bisa terus melakukan perbaikan agar DPT yang dihasilkan nantinya benar-benar akurat.

"Sepanjang penundaan tidak berdampak pada terganggunya persiapan logistik Pemilu, apa alasannya DPT harus buru-buru ditetapkan?" kata Said.

Namun demikian, penundaan bukan berarti tanpa batasan waktu. KPU, Bawaslu, peserta Pemilu, dan perwakilan pemilih perlu menyepakati bersama batas waktunya agar ada kepastian hukum. Dalam masa penundaan itu nantinya setiap pihak diharapkan bisa memberikan masukan dari hasil temuan data pemilih yang masih bermasalah kepada KPU. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya