Berita

sby

Sejak Awal ICW Minta SBY Pecat Menteri yang Nyaleg

SENIN, 04 NOVEMBER 2013 | 14:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesia Corruption Watch (ICW) sejak awal sudah meminta Presiden SBY untuk memecat para menteri yang maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilihan Umum 2014 mendatang.

SBY harus memecat karena para menteri tersebut tidak akan bersedia mengundurkan diri dengan suka rela.

Desakan agar menteri yang jadi caleg tersebut karena diyakini akan menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dan golongan.


"Menteri yang nyaleg banyak motif kepentingannya," ujar peneliti ICW Abdullah Dahlan dalam acara media gathering Bawaslu di Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Senin (4/11).

"Setiap kunjungan ke daerah, pasti mereka menggunakan fasilitas negara. Sekitar 1-2 jam saja mereka tugas ceremony negara. Sesudah itu baru mereka sambangi basis-basis suara," ungkap Dahlan.

Dari Partai Demokrat, lima kadernya yang duduk di Kabinet maju sebagai caleg. Yaitu, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, nomor urut 1 di dapil Sulawesi Tenggara; Menter ESDM Jero Wacik, nomor urut 1 di dapil Bali; Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, nomor urut 1 di dapil Jawa Barat III; Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan, nomor urut 1 di dapil Sulawesi Utara; dan Menteri Pemuda dan Olahraga KRMT Roy Suryo Notodiprojo, nomor urut 1 di dapil DI Yogyakarta.

Sementara dari PKS dari tiga kadernya di kabinet dua orang yang nyaleg. Mereka adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, nomor urut 1 di dapil Sumatera Utara I dan Menteri Pertanian Suswono, nomor urut 1 di dapil Jawa Tengah X.

Dari PKB Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Abdul Muhaimin Iskandar, nomor urut 1 di dapil Jawa Timur VIII dan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal A Helmy Faishal Zaini, nomor urut 1 di dapil Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan Partai Amanat Nasional, dari tiga orang menteri, hanya Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, nomor urut 1 di dapil Lampung I yang maju sebagai calon anggota Dewan.

Dari enam partai politik pendukung pemerintah, hanya menteri dari Partai Golkar dan PPP yang tidak maju pada Pemilihan Legislatif mendatang. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya