Berita

Kemendagri Dicurigai Mau Jual data Pemilih

SENIN, 04 NOVEMBER 2013 | 13:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Langkah Kementerian Dalam Negeri yang meminta 186 juta data pemilih yang sudah disisir dan disinkronisasi Komisi Pemilihan Umum dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) milik Kemendagri dipertanyakan.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow mengatakan, kewenangan Kemendagri hanya penyuplai data DP4 untuk menjadi basis daftar pemilih yang dilakukan KPU. Sehingga sangat aneh ketika Kemendagri ngotot meminta data tersebut.

"Untuk apa dan kenapa Kemendagri ngotot? Kenapa mereka berupaya memiliki 186 juta data pemilih?" tanya Jeirry dalam acara Media Gathering Bawaslu di Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Senin (4/11).


Ia hawatir, 186 juta data pemilih di tangan Kemendagri, disinyalir membuka potensi dijual ke pihak lain yang berkepentingan, seperti calon legislatif atau partai. Karena dengan data itu, caleg bisa mendapatkan data ril potensi pemilih di daerah pemilihannya.

Sebab, tidak beralasan Kemendagri menyalahkan KPU yang baru memberikan data belakangan, yang rencananya akan ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap pada hari ini (4/11). Makanya, KPU tidak berkewajiban menyerahkan data tersebut.

Kalau alasan untuk sinkronisasi hasil penyisiran data KPU dengan DP4, Kemendagri sudah mendapatkannya lewat daftar pemilih hasil perbaikan atau DPSHP. Terbukti, hasil koordinasi tim teknis KPU dan Kemendagri menemukan 20,3 juta pemilih bermasalah. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya