FOTO:NET
FOTO:NET
Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow menduga, keengganan Kementerian Dalam Negeri memberikan Nomor Induk Kependudukan
(NIK) terhadap DPT bermasalah 14,4 juta itu, karena kepentingannya belum terkaomodir. Termasuk kepentingan Kemendagri meminta 186 juta data pemilih yang ada di tangan KPU.
"Ini diduga bisa jadi proyek untuk dijual, bahaya paling besar bisa dimanipulasi untuk kepentingan partai tertentu," ujar Jeirry dalam acara media gathering Bawaslu di Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Senin (4/11).
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Kamis, 23 April 2026 | 20:16
Kamis, 23 April 2026 | 20:10
Kamis, 23 April 2026 | 20:04
Kamis, 23 April 2026 | 19:43
Kamis, 23 April 2026 | 19:26
Kamis, 23 April 2026 | 19:17
Kamis, 23 April 2026 | 19:15
Kamis, 23 April 2026 | 19:02
Kamis, 23 April 2026 | 18:56
Kamis, 23 April 2026 | 18:41