Berita

ilustrasi/net

Politik

DPT Ditetapkan Besok, 10 Juta Lebih Pemilih Belum Dilengkapi NIK

MINGGU, 03 NOVEMBER 2013 | 20:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK


Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menyelesaikan 10,4 juta data pemilih yang belum dilengkapi Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Kemendagri tidak boleh lepas tangan" ujar Ketua Bawaslu Muhammad dalam acara media gathering Badan Pengawas Pemili (Bawaslu) di Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/11).

Rapat koordinasi yang digelar siang tadi, kata Muhammad, Kemendagri dan KPU tidak bisa memastikan angka 10,4 juta itu bisa berubah atau tidak.

Rapat koordinasi yang digelar siang tadi, kata Muhammad, Kemendagri dan KPU tidak bisa memastikan angka 10,4 juta itu bisa berubah atau tidak.

"KPU dan Kemendagri tidak bisa menjawabnya," terangnya.

Dalam rakor jelas dia, pemberian NIK terhadap seluruh 10,4 juta pemilih oleh Kemendagri tidak bisa diselesaikan dalam sehari untuk kemudian ditetapkan sebagai DPT.

"Waktunya (Kemendagri minta) 2 sampai 4 minggu Kemendagri baru dapat berikan NIK ke 10,4 juta data bermasalah itu," terangnya.

Bawaslu berharap 10,4 juta data pemilih bermasalah dapat dikurangi, sehingga walapun DPT ditetapkan hanya sedikit yang bermasalah.

"Tidak mungkin DPT dapat ditetapkan sempurna seratus persen. Data ini kan terus berkembang," tandasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya