Berita

Akbar Tandjung

Wawancara

WAWANCARA

Akbar Tandjung: JK Bisa Dianggap Pengkhianat Bila Nyapres Tanpa Kulonuwun

SABTU, 02 NOVEMBER 2013 | 10:04 WIB

Bekas Wapres Jusuf Kalla (JK) bisa dianggap pengkhianat bila maju dalam Pilpres 2014 tanpa permisi dengan petinggi Partai Golkar.

“Tanpa kulonuwun (permisi) dengan Ketum Partai Golkar atau saya, akan timbul persepsi macam-macam. Bahkan bisa dibilang pengkhianat,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung.

Seperti diketahui, 17 DPW PKB menjagokan Jusuf Kalla menjadi capres 2014.  Antara lain dukungan berasal dari  Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ini terungkap dalam  pertemuannya dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar,  di perumahan menteri, Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (26/10).


Akbar Tandjung selanjutnya mengatakan, JK akan melakukan kulonuwun itu. Pasti mematuhi dan taat asas serta aturan partai.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa JK wajib minta izin seperti itu?
Itu masalah etika saja. Tapi ini semua tergantung Pak JK untuk memutuskan. Tapi beliau saya yakin akan permisi terlebih dulu kepada petinggi Partai Golkar bila maju dalam Pilpres 2014.

Bukankah sah-sah saja kalau JK nyapres lewat partai lain?

Sebagai warga negara tentu beliau punya hak yang dilindungi oleh undang-undang untuk maju. Tapi mengingat beliau pernah memimpin Partai Golkar, tentu ada baiknya melakukan komunikasi dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Dengan saya juga bisa. Tentu itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Anda yakin JK maju dalam Pilpres 2014 melalui partai lain?

Pak JK sebagai politisi tentu akan melihat situasi nanti apa bisa ikut atau tidak. Kita lihat saja nanti.

Kalau itu terjadi bagaimana?
Mungkin saja. Tapi kan ada ketentuannya bahwa partai yang bisa ikut mencalonkan seseorang itu adalah partai yang memiliki dukungan suara 20 persen dan sekurang-kurangnya 25 persen kursi di DPR.

Atau dapat 25 persen suara hasil pemilu.

JK dielus menjadi capres, apa hanya untuk medongkrak suara PKB dakan pileg?
Saya kira tidak demikian. DPW yang mengusulkan Pak JK menjadi capres itu cukup serius kok. Saya tidak melihat mereka memanfaatkan JK sebagai alat mendongkrak suara.

Mereka menilai JK sosok dan tokoh yang tepat dan patut didukung dalam Pilpres 2014, selain ada tokoh lainnya seperti Mahfud MD dan Rhoma Irama. Tinggal nanti mereka memilih di antara tiga nama itu sesuai mekanisme internal PKB.

Elektabilitas PKB bakal naik?
Kalau itu tentu bisa. Tapi kalau orang itu tidak menyatakan kesediaannya tentu tidak banyak dampaknya. Kecuali Pak JK mengatakan, siap menjadi capres PKB.

Di internal Golkar, bukankah masih ada yang mendukung JK?
Kalau secara terbuka sih tidak mungkin. Tapi dukungan itu pasti ada, tapi tidak terang-terangan.

Kenapa?   
Partai Golkar dalam Rapimnas III sudah menetapkan  Aburizal Bakrie sebagai capres 2014. Itu sudah melibatkan DPD tingkat I.

Makanya dukungan terbuka terhadap Pak JK, tentu tidak bisa. Itu melanggar kesepakatan yang telah didukung dalam Rapimnas III.

Bagaimana kalau Rapimnas mendatang muncul dukungan itu?
Saya rasa tidak ada. Semua kader Golkar konsisten dalam berpolitik dan solid.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Termasuk Yaqut dan Fadia Arafiq, KPK Fasilitasi Salat Id untuk 81 Tahanan

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:18

Haedar Nashir Serukan Kedewasaan Sikapi Perbedaan Idulfitri

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:08

Prabowo Malam Takbiran di Sumut, Salat Idulfitri di Aceh

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:47

Idulfitri Momentum Perkuat Ketakwaan dan Kehidupan Bernegara

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:01

Wacana WFH ASN Dinilai Tak Berdampak Signifikan pada Penghematan BBM

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:40

F-35 AS Nyaris Jatuh, Diduga Dihantam Tembakan Iran

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:37

Lebaran di Balik Jeruji, KPK Buka Layanan Kunjungan Keluarga Tahanan

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:26

Prabowo Selamatkan Rp308 Triliun Uang Negara dari Koruptor

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:45

Tips Kelola THR Anak untuk Investasi dan Edukasi Maksimal

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:42

KPK Gelar Sholat Id untuk Tahanan di Masjid Gedung Merah Putih

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:40

Selengkapnya