Berita

Politik

Kata Anas, Pernyataan Ruhut Justru Melukai Partai Demokrat

JUMAT, 01 NOVEMBER 2013 | 20:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dalam pernyataannya di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (29/10) lalu, Ruhut Sitompul menyebut Anas Urbaningrum menjadi komisioner KPU di tahun 2001-2005 atas penugasan dari Golkar.

Selain itu, Ruhut juga menyebut andai usai jadi komisioner KPU Anas tidak masuk Demokrat maka sudah barang tentu masuk penjara.

Menanggapi pernyataan Ruhut, Anas Urbaningrum mengaku kredibilitasnya sebagai anggota KPU telah dirusak. Pun begitu, ia menilai bahwa dari dua pernyataan Ruhut tersebut justru yang sangat terluka adalah Partai Demokrat.


"Logikanya begini, saya masuk Partai Demokrat kemudian dengan masuk maka jadi terbebas dari kasus hukum. Berarti Partai Demokrat menjadi pelindung orang-orang yang bermasalah dong," tegas Anas di kediamannya, di Kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (1/11).

"Pernyataan Ruhut secara substansi sudah merugikan, menuduh dan melukai Partai Demokrat," lanjutnya.

Selain iyu kata Anas, hal itu kontra produkti dengan ucapan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyatakan tidak akan melindungi kader yang tersangkut masalah hukum.

"Tinggal disandingkan saja antara pernyataan itu dengan pernyataan yang lain (Ruhut). Jadi yang seharusnya sangat tersinggung Partai Demokrat, karena dianggap melindungi orang bermasalah," tandasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya