Dalam pernyataannya di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (29/10) lalu, Ruhut Sitompul menyebut Anas Urbaningrum menjadi komisioner KPU di tahun 2001-2005 atas penugasan dari Golkar.
Selain itu, Ruhut juga menyebut andai usai jadi komisioner KPU Anas tidak masuk Demokrat maka sudah barang tentu masuk penjara.
Menanggapi pernyataan Ruhut, Anas Urbaningrum mengaku kredibilitasnya sebagai anggota KPU telah dirusak. Pun begitu, ia menilai bahwa dari dua pernyataan Ruhut tersebut justru yang sangat terluka adalah Partai Demokrat.
"Logikanya begini, saya masuk Partai Demokrat kemudian dengan masuk maka jadi terbebas dari kasus hukum. Berarti Partai Demokrat menjadi pelindung orang-orang yang bermasalah dong," tegas Anas di kediamannya, di Kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (1/11).
"Pernyataan Ruhut secara substansi sudah merugikan, menuduh dan melukai Partai Demokrat," lanjutnya.
Selain iyu kata Anas, hal itu kontra produkti dengan ucapan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyatakan tidak akan melindungi kader yang tersangkut masalah hukum.
"Tinggal disandingkan saja antara pernyataan itu dengan pernyataan yang lain (Ruhut). Jadi yang seharusnya sangat tersinggung Partai Demokrat, karena dianggap melindungi orang bermasalah," tandasnya.
[dem]