Berita

foto: net

Politik

PENETAPAN DPT

Bagaimana Nasib 37 Juta Pemilih yang Belum Terdaftar?

JUMAT, 01 NOVEMBER 2013 | 18:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyerahkan sekitar 7 juta data pemilih tanpa nomor induk kependudukan (NIK) kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebelumnya, ditemukan sekitar 14 juta data dari 186 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak ber-NIK. Namun KPU telah dapat menemukan 7 juta data yang ada NIK-nya.

Artinya, sisa sekitar 7 juta yang diminta KPU kepada Kemendagri untuk disisir ulang. Namun, Kemendagri sepertinya ogah-ogahan menanggapi permintaan KPU.

"Bukannya dengan sigap dan segera melaksanakan penyisiran ulang, malah yang terlihat adalah sikap Kemendagri yang memposisikan KPU tidak dapat bekerja optimal," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, kepada wartawan, Jumat (1/11).


Menurutnya, Kemendagri malah sibuk membuat analisa tentang kemungkinan sisa data masalah tersebut. Akibatnya, sekalipun permintaan tersebut telah dilayangkan sekitar hari Rabu lalu (30/10), belum ada sinyal apakah 7 juta data yang dimaksud KPU memang tak ber-NIK atau punya NIK.

Mengingat jadwal penetapan DPT pada Senin mendatang (4 November), maka hari ini merupakan waktu yang pas bagi Kemendagri memberi jawaban pasti soal NIK dari 7 juta data pemilih yang diminta disisir oleh KPU. Sementara, dua hari ke depan hari libur yang artinya tidak ada waktu untuk melakukan penyisiran.

Menurut Ray, sikap Kemendagri ini akan membuat posisi KPU dalam keadaan sulit. Bila tak ada jawaban dari Kemendagri, sekitar 7 juta pemilih yang misterius atau sebaiknya dicoret karena tidak memiliki NIK.

"Belum sempat menjawab nasib 7 juta,  Depdagri malah menyatakan ada skitar 30 juta pemilih yang ada di Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) tidak tercantum di  Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Jika ditotal berarti ada skitar 37 juta pemilih terancam tidak menggunakan hak pilih," ujarnya.

Nasib 37 juta pemilih tersebut hanya jadi bahan perdebatan antara KPU dan Kemendagri. Karena itu, dia berharap agar Kemendagri segera memastikan nasib 7 juta data pemilih yang dinyatakan KPU belum memiliki NIK, dan sebaliknya KPU memastikan nasib 30 juta yang belum masuk DPSHP. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya