Berita

Mahfudz Siddiq/net

Pertahanan

Mahfudz Siddiq: Kapan Indonesia Punya UU Penyadapan?

JUMAT, 01 NOVEMBER 2013 | 10:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sampai saat ini Indonesia belum mempunyai Undang-undang khusus tentang penyadapan. Tapi secara sektoral dan parsial aturannya sudah ada.

Sejumlah aktor keamanan negara di Indonesia punya kemampuan dan teknologi untuk melakukan tindakan penyadapan sesuai tupoksinya, seperti Badan Intelijen Negara, Badan Intelijen Strategis, Polri, Kejagung dan KPK.

Menurut Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, Indonesia semestinya melalui lembaga keamanannya mempunyai kemampuan penyadapan dan kontra penyadapan yang handal. Tapi semua itu harus dipayungi oleh UU yang akan menjamin penggunaan otoritas secara bertanggung jawab, tidak mencederai hak-hak warga sipil.


Jelas Mahfudz, dalam hot issue penyadapan saat ini, Ia punya beberapa pertanyaan penting. Diantaranya, kapan Indonesia mempunyai UU penyadapan dengan integrasikan dan sempurnakan semua peraturan sektoral dan parsial. Bagaimana kemampuan negara dalam melakukan penyadapan dan kontra penyadapan sebagai bagian dari fungsi intelijennya. Lalu bagaima praktek tindakan penyadapan yang terjadi di Indonesia, termasuk kasus-kasus penyalahgunaan dan penyimpangannya.

Polisi Partai Keadilan Sejehtera (PKS) ini lebih lanjut bertanya, bagaima penggunaan data dan informasi hasil penyadapan dalam proses hukum dan proses pengambilan keputusan, sesuai aturan atau tidak? Bagaimana tingkat pengamanan sistem komunikasi dan informasi negara, termasuk pada warga negaranya?

"Lalu bagaimana kemampuan negara dalam menghadapi perang asimetris melalui cyber-techno yang jadi tren saat ini dan ke depan? #sadap. Itu sejumlah pertanyaan penting yang relevan jadi kajian dan agenda pemerintahan di Indonesia. #sadap," tegas Mahfudz Siddiq dalam akun twittwrnya, @MahfudzSiddiq sesaat lalu, Jumat (1/11). [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya