Berita

maruarar sirait/net

PDI Perjuangan Mau Capres 2014 Tuntaskan Persoalan Rakyat

SELASA, 29 OKTOBER 2013 | 07:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pemilihan Presiden (Pilpres) harus dijadikan sebagai momentum menuntaskan persoalan bangsa, negara dan rakyat. Bukan semata pertarungan memperebutkan kekuasaan.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, di sela-seala acara TMP Award 2013 di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Senin malam (, 28/10)

Karena itu, lanjut Maruarar, hal yang paling penting dalam pilpres adalah menentukan kritera capres terlebih dahulu. Paling tidak, ada tiga kritera untuk menentukan capres. Pertema, capres harus bisa meningkatkan ekonomi Indonesia, bukan hanya pertumbuhan namun juga pemerataan. Sebab apalah artinya bila pertumbuhan ekonomi tanpa disertai dengan pemerataan.


Kedua, lanjut Ara, panggilan Maruarar, capres harus mampu menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Jangan sampai penerapan hukum tebang pilih, dalam arti tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Sementara kriteria ketiga, capres harus mampu merajut kembali pluralisme Indonesia

"Jadi Capres harus orang yang mampu menyelesaikan masalah tadi. Makanya track recordnya harus benar-benar jelas. Apa orang itu memperjuangkan pluralisme? Apa orang itu memperjuangkan anti korupsi. Apa perjuangannya untuk ekonomi kerakyatan. Sehingga rakyat bisa memilih dengan benar dan tepat," demikian Ara. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya