Berita

prabowo subianto/net

Politik

Temuan Prabowo, Pemimpin Jujur Adalah Yang Miskin dan Tinggal di Desa

SENIN, 28 OKTOBER 2013 | 16:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Program Rp 1 milyar per desa jika Partai Gerindra diberi kepercayaan oleh rakyat untuk memenangkan pemilu 2014 adalah bentuk dari komitmen Gerindra untuk menggerakkan ekonomi pedesaan.

Menurut Kepala Bidang Kominfo DPP Partai Gerindra, Ondy A. Saputra, kepala desa bersama masyarakat dapat menentukan serta melaksanakan pembangunan di desa masing-masing. Hal ini dapat mempercepat penyediaan air bersih, listrik yang terang, jalan yang mulus, klinik yang baik, koperasi yang memudahkan, dan lain sebagainya untuk setiap warga negara Indonesia di manapun berada.

Selain itu kata Ondy, ada fakta lain yang menarik yang ditemukan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto setelah berkeliling Indonesia selama puluhan tahun. Rakyat dan pemimpin yang paling jujur di Indonesia adalah mereka yang paling miskin dan yang tinggal di desa. Namun sayang, mereka tidak dapat berbuat banyak karena tidak diberikan anggaran pembangunan yang cukup.


Jelas dia, hal inilah yang membuat Gerindra yakin bahwa program Rp 1 milyar per desa dapat berjalan dengan baik. Kades dan lurah bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga mereka dapat mengalokasikan dana secara tepat sasaran. Posisi kades dan lurah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat inilah yang memudahkan pengawasan secara terbuka dan langsung.

"Dengan demikian kami tidak khawatir kades dan lurah melakukan korupsi. Untuk menunjang pengawasan tersebut, kami juga menerapkan teknik-teknik manajemen yang terbuka dan akuntabel sesuai dengan 6 Program Aksi Partai Gerindra." ujar Ondy A. Saputra dalam keterangannya, Senin (28/10).

Pada 26 Oktober 2013, Prabowo Subianto menyatakan jika Gerindra diberi kepercayaan oleh rakyat untuk memenangkan pemilu 2014, akan menganggarkan dana dari pemerintah pusat minimal Rp. 1 milyar untuk setiap desa di seluruh Indonesia per tahun. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya