Berita

angela merkel/net

Dunia

Jerman Desak AS Teken Perjanjian Anti Penyadapan

MINGGU, 27 OKTOBER 2013 | 15:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Amerika Serikat secara diam-diam ternyata telah menyadap telepon seluler (ponsel) milih Kanselir Jerman Angela Merkel. Penyadapan yang dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional AS (NSA) ini bahkan telah dilakukan sebelum Merkel menjabat sebagai Kanseleir yaitu sejak 2002.

Sebagaimana ditulis di majalah Der Spiegel, nomor ponsel Merkel masih berada dalam daftar dokumen rahasia NSA di 2013. Meski begitu, tidak diungkap secara jelas dalam dokumen itu mengenai detail pengawasan atau penyadapan terhadap Merkel. Misalnya, mengenai apakah percakapan Merkel direkam atau hanya dilihat daftar kontaknya saja.

Dalam menanggapi hal ini, Jerman berencana mengirimkan kepala intelijen mereka ke Washington pekan depan untuk "mendorong" investigasi terhadap dugaan penyadapan, yang menimbulkan kemarahan besar di Jerman. Begitu sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 27/10).


Tidak hanya itu, Jerman bersama dengan Perancis berencana mendesak AS agar menandatangani perjanjian anti penyadapan di akhir tahun ini. Pasalnya, selain melakukan penyadapan terhadap ponsel Merkel, ada klaim bahwa NSA juga melakukan pengawasan terhadap jutaan telepon yang dibuat oleh warga Prancis dan Jerman.

Terbongkarnya sebagian besar dokumen rahasia NSA ini terjadi setelah mantan intelijennya Edward Snowden membocorkan tindakan-tindakan rahasia NSA. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya