Berita

mega-jokowi/net

Megawati Tidak Akan Terprovokasi Upaya Mengadu Domba PDI Perjuangan

KAMIS, 24 OKTOBER 2013 | 14:03 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang membelah capres ke dalam dua kategori, yaitu capres wacana dan capres riil, yang akhirnya mengeluarkan nama Joko Widodo dalam bursa capres dan menempatkan Megawati sebagai capres paling berpotensi memang, terus dipersoalkan.

"Motif (tidak memasukkan nama Jokowi dalam capres yang disurvei) untuk apa? Kan harusnya untuk publik, lalu itu untuk apa motifnya kalau ada nama yang dikeluarkan dari survei. Kalau metodologi (survei) clear. Tetapi motifnya dipertanyakan," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto, saat dihubungi bebertapa saat lalu (Kamis, 24/10).

Bila memang ada motif untuk memprovokasi dan memecah PDI Perjuangan, Bambang menilai sah-sah saja. Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang mau membangun persepsi, dan menganggap persepsi itu lebih penting dari realitas. Namun Bambang mengingatkan, keputusan capres PDI Perjuangan ada di tangan Megawati, dan kebijakan Megawati tidak keluar karena provokasi pihak tertentu.


"Kami meyakini, Ibu Ketum kapasitasnya dalam berpolitik, istilah dalam akademiknya sudah profesor doktor. Sudah menjadi ketua umum sejak 1993, 20 tahun memimpin, pengalaman paling matang, pernah terlempar dari Istana saat bapaknya sisingkirkan, kemudian saat itu tidak ada orang yang berani mendekati karena akan dianggap pro Bung Karno, kemudian dalam perjuangan panjangnya kembali lagi ke Istana. Jadi sudah sangat matang," jelas Bambang.

Dengan demikian, Bambang yakin Megawati tidak akan terprovokasi hasil survei. Dan momentum beberapa pilkada menunjukkan bahwa Megawati memang mengeluarkan keputusan bukan karena sebuah provokasi. Tidak ada yang menyangka misalnya, bila Megawati menunjuk Jokowi di jakarta, Rieke di Jabar, Effendi Simbolon di Sumatera Utara atau Ganjar Pranowo di Jawa Tengah. Dan pilihan Megawati itu tepat.

"Silakan kalau ada upaya membangun persepsi, mengadudomba. Tetapi saya yakini beliau tidak akan terprovokasi," demikian Bambang. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya