Berita

syarif hasan

Syarif Hasan: Pemerintah Mau Naikkan Plafon KUR Hingga Rp 40 Juta

KAMIS, 24 OKTOBER 2013 | 13:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Pemerintah akan segera mengeluarkan kebijakan kenaikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari semula Rp 20 juta menjadi Rp 30 juta hingga Rp 40 juta per nasabah. Menteri Koperasi dan UKM, Syariefuddin Hasan, mengatakan rencana itu masih dalam proses pembahasan.

"Melibatkan Menko dan perbankan, dalam pembahasan," kata Menkop di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Rabu, 23/10).

Setidaknya ada tiga alasan pemerintah menaikan plafon KUR. Pertama, karena malasah ekonomi global. Kedua, inflasi yang tiggi, serta ketiga untuk mentrigger pertumbuhan ekonomi. "Dengan inflasi dan ekonomi global cost mereka lebih tinggi lagi, jadi tidak cukup selama ini nilai nominalnya itu, makanya kita naikan," katanya.


Syarif mengakui respon perbankan atas rescana kebijakan pemerintah tersebut adalah sangat positif. Dia mengatakan kenaikan plafon hingga Rp 10 juta per nasabah itu tidak menjadi soal bagi pemerintah. "Yang penting bisa di-cover oleh asuransi gak masalah," tutur Ketua Syariefuddin Hasan yang juga Ketua Harian Partai Demokrat itu.

Menko Perekonomian M. Hatta Rajasa sebelumnya juga sudah menjelaskan bahwa pemerintah akan menambah fasilitas dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memberikan perlindungan terhadap usaha kecil dan menengah di tengah kondisi ekonomi  sekarang ini. Untuk usaha kecil dan menengah pada saat ini, mereka mendapatkan maksimal Rp 20 juta, dan nantinya itu akan di tingkatkan.

Menteri perokonomian juga mengatakan selama ini pelaku UKM hanya diperbolehkan mendapatkan satu fasilitas saja, apakah kredit untuk investasi atau untuk produksi dan modal kerja, maka kedepan akan diperbolehkan untuk investasi sekaligus untuk produksi. [ysa]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya