Berita

ilustrasi/net

Gerindra Dukung Program Jakarta Bebas dari Topeng Monyet

Pawang Monyet Perlu Dibina
RABU, 23 OKTOBER 2013 | 15:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Gerindra mengapresiasi langkah pemerintahan Joko Widodo-Basuki T Purnama untuk menjadikan Jakarta bebas dari topeng monyet pada 2014.

"Langkah yang dilakukan oleh Pemprov DKI sangat tepat, banyak monyet yang disiksa dan diperlakukan tidak baik oleh majikannya. Selain itu penertiban ini juga sangat penting untuk mencegah penyebaran virus rabies," ujar Kepala Bidang Kominfo Gerindra, Ondy A. Saputra dalam rilisnya, Rabu (23/10).

Ondy juga mengapresiasi langkah Pemprov DKI yang memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada pawang monyet sebagai pengganti monyet yang disita, dengan uang ganti rugi tersebut menunjukkan bahwa Pemprov DKI peduli terhadap nasib para pawang monyet, mereka menjadi seperti itu tentunya karena himpitan kemiskinan dan kesulitan mendapatkan lahan pekerjaan.


"Alangkah lebih baiknya lagi jika para pawang monyet tersebut dibina dan diberi keterampilan tertentu sehingga nantinya mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak atau bisa mengembangkan usaha di bidang lain. Hal tersebut juga berlaku untuk gelandangan, pengemis, dan anak jalanan," terang Ondy.

Menurutnya, langkah itu sesuai dengan tugas negara yang memelihara rakyat miskin dan anak-anak terlantar sesuai dengan Pasal 34 UUD 1945. "Langkah Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang melakukan pembinaan terhadap gelandangan, pengemis, dan anak jalanan dengan menjadikan mereka petugas kebersihan bisa dicontoh oleh kepala daerah lainnya," demikian Ondy.

Mulai pekan ini, Pemprov DKI Jakarta di bawah pimpinan Jokowi-Ahok akan melakukan penertiban terhadap topeng monyet. Penertiban tersebut merupakan bagian dari rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menjadikan Ibukota bebas dari topeng monyet pada 2014. Monyet yang dirazia petugas Satpol PP nanti akan dipindahkan ke Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya