Berita

anas dan pasek di rumah pergerakan/net

Politik

Loyalis Anas: Yakinlah M. Rahmad Tidak Akan Sembunyi

Moderator Hanya Menjelaskan Kronologis Ketidakhadiran Prof. Subur
MINGGU, 20 OKTOBER 2013 | 15:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Gede Pasek Suardika tidak terima Muhammad Rahmad disebut tidak ksatria dan dituduh bersembunyi oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto

"Saya sudah komunikasi dengan teman-teman. Yakinlah M. Rahmad tidak akan sembunyi. Kami orang-orang pergerakan bukan tipe penakut," ujar Pasek kepada Rakyat Merdeka Online, MInggu (20/10).

Djoko Suyanto sebelumnya meminta moderator diskusi "Dinasti Politik dan Politik Meritokrasi" Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), M. Rahmad untuk bersikap ksatria. Rahmad harus meminta maaf dan mengakui kesalahannya bahwa Prof. Subur Budhisantoso salah satu pembicara dalam diskusi itu telah diciduk Badan Intelijen Negara (BIN).


Menurut Pasek pernyataan Djoko tersebut aneh, karena ada kesan ingin mendegradasikan figur M. Rahmad. Memangnya Djoko Suyanto yang menuduh M. Rahmad sembunyi sudah memburu dan mencarinya? Kalau sudah kata Pasek, dicari di mana?

"Saya lihat sampai malam Pak Rahmad masih update status dan komunikasi," terang Anggota Komisi III ini.

Sekarang pertanyaannya ujar Pasek, siapa yang mengatakan Prof. Subur diculik dan ditangkap? Itu harus dilacak. Karena moderator hanya menjelaskan kronologis narsum (Prof. Subur) kenapa tidak datang dan mempersilakan untuk menafsirkan. Justru ungkap loyalis Anas Ubaningrum ini, dengan tuduhan M. Rahmad sembunyi dan tidak ksatria ada kesan ingin menjatuhkan citra moderator.

Sekarang semestinya Menkopolhukam pinta Pasek menjelaskan sejak kemarin sudah ke mana saja memburu M. Rahmad sehingga mengeluarkan statemen begitu? Dijelaskan juga dalam rangka apa memburu dan mencari M. Rahmad? Tambah Pasek, kalau bahasa para aktivis mengeluarkan joke dan sindiran ditanggapi tidak proporsional jadi lucu.

"Saya saja kontak dan BBM-an masih lancar dengan Pak Rahmad meskipun saya di Bali," demikian Pasek. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya