Berita

Djoko Suyanto/net

Rumor Prof. Subur Diciduk BIN, Menko Polhukam Minta Moderator Diskusi PPI Tidak Sembunyi

MINGGU, 20 OKTOBER 2013 | 09:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menko Polhukam Djoko Suyanto meminta moderator diskusi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), M. Rahmad untuk bersikap ksatria. Rahmad harus meminta maaf dan mengakui kesalahannya bahwa Prof. Subur Budhisantoso salah satu pembicara dalam diskusi itu telah diciduk Badan Intelijen Negara (BIN).

"Bersikaplah ksatria untuk meminta maaf bukan malah bersembunyi," kata Djoko Suyanto di Jakarta, Minggu pagi (20/10).

M. Rahmad sebelumnya menceritakan penangkapan Prof. Subur saat ingin menghadiri dialog bertajuk "Dinasti Politik dan Politik Meritokrasi", di Rumah Pergerakan, yang merupakan rumah Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat siang (18/10).


Pernyataan tersebut disampaikan Menko Polhukam menanggapi sanggahan Kepala BIN Letjen Marciano Norman dan Prof. Subur Budhisantoso sendiri yang membantah adanya penculikan sebagaimana disampaikan M. Rahmad, Rahmad dalam video youtube berjudul "Pembicara Rumah Pergerakan Dijemput Staf BIN" .

Djoko Suyanto seperti dikutip situs resmi Sekretariat Kabinet RI, juga meminta yang menuduh BIN menculik Prof. Subur Budhisantoso untuk berani muncul ke publik, untuk mengatakan bahwa pernyataannya tidak benar, karena pernyataannya yang ia sampaikan juga di depan publik.

Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Sabtu malam (19/10) mengungkapkan, pihaknya akan menempuh upaya hukum jika pemberitaan yang menyebutkan BIN menculik mantan Ketua Umum Partai Demokrat Profesor Subur Budhisantoso terus bergulir.

"Apabila hal-hal ini terus bergulir, BIN akan menggunakan haknya. Hak jawab melalui media kami lakukan. Bahkan bila diperlukan proses hukum akan kami lakukan," ujar Marciano, sambil menambahkan pemberitaan ini telah membuat BIN  menjadi tercoreng, dan ia juga minta mereka yang menyampaikan pernyataan menuding BIN harus bertanggung jawab. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya