Berita

Marciano Norman /net

Politik

Kepala BIN Bantah Kabar Penculikan Subur Budhisantoso

SABTU, 19 OKTOBER 2013 | 22:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemberitaan yang menyebutkan bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) menculik mantan Ketua Umum Partai Demokrat Profesor Subur Budhisantoso dibantah oleh Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman. Marciano bahkan menyebut bahwa BIN sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk menjemput Profesor Subur.

"Tidak benar BIN mengambil paksa, menculik, dan menjemput paksa Profesor Subur. Untuk apa kita menjemput beliau, tidak ada masalah yang mengharuskan BIN meminta keterangan Profesor Subur," katanya sebagaimana dikutip kantor berita Antara Sabtu (19/10) malam.

lebih jauh ia mengaku kecewa dengan pemberitaan ini karena telah menyudutkan lembaga yang ia pimpin tersebut. "Saya menyayangkan pemberitaan yang tidak bertanggung jawab," katanya.


Subur Budhisantoso digosipkan diculik aparat BIN saat hendak menghadiri diskusi di kediaman pribadi pendiri Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Anas Urbaningrum, kemarin (Jumat, 18/10). Kabar itu menyebutkan bahwa Subur dijemput aparat BIN sekitar empat jam sebelum menjadi pembicara sebuah diskusi.

Para awak media massa sempat bertanya-tanya kepada panitia diskusi di kediaman Anas mengapa hanya ada satu narasumber, mantan anggota KPU Chunusl Mariyah, yang hadir. Moderator diskusi, M. Rahmad, sempat menjelaskan kepada wartawan.

Pukul 09.00 pagi, katanya, Subur dijemput oleh BIN. Ajudan Subur kemudian menyampaikan bila mau bertemu langsung dengan Subur, bisa datang langsung ke Kalibata, di kantor BIN. Panitia pun kemudian langsung meluncur ke daerah Kalibata. Sampai di kantor BIN, panitia tidak diperkenankan masuk dan menemui Subur.

Kabar semakin santer setelah media sosial latah menyerbarkan rumor ini. Bahkan, sebuah video di youtube menayangkan rekaman penjelasan dari panitia diskusi yang menceritakan penjemputan Subur. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya