Berita

effendi ghazali/net

Politik

Effendi Ghazali: Tanpa Kontestasi Konvensi Demokrat Jadi Hambar

SABTU, 19 OKTOBER 2013 | 20:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Anggota Komite Konvensi Partai Demokrat Effendi Ghazali mengakui bahwa proses konvensi yang melibatkan 11 tokoh itu berjalan hambar dan berlangsung kurang punya greget.

Ini, kata dia, lantaran para peserta konvensi berkomitmen untuk tidak saling menjegal yang langsung diartikan menjadi tidak ada kontestasi atau persaingan. Padahal konvensi yang baik merupakan persaingan dari para pesertanya untuk mendebat setiap gagasan peserta lainnya.

"Tidak usah bicara (konvensi) jadi hambar, sementara (proses konvensi) sudah hambar," kata pengamat komunikasi politik itu di Jakarta sebagaimana dilansir kantor berita Antara (Sabtu, 19/10).


Dia kemudian mencontohkan bagaimana persaingan Barack Obama dan Hillary Clinton di Amerika Serikat saat masih berkampanye menuju kursi pencalonan presiden oleh partai demokrat Kedua calon pemimpin tersebut saling menyampaikan gagasan mengenai isu-isu penting seperti masalah aborsi di AS atau invasi militer di Irak. Kemudian masing-masing dari Obama dan Hilarry dihadapkan dengan pendapat-pendapat dari calon dari partai republik, John McKain.

Proses tersebut merupakan ajang untuk menstimulasi keluarnya ide-ide brilian dan melaksanakan komunikasi politik yang sehat di antara peserta dan masyarakat umum.

"Seharusnya kontestasi itu juga muncul di konvensi Demokrat. Misalnya, Gita Wirjawan ditanya bagaimana pendapat anda tentang isu impor atau lainnya, kemudian dihadapkan dengan pendapat Dahlan Iskan dan lain lain dalam melakukan sesuatu kebijakan. Bukan saling menyerang tapi bersaing," katanya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya