Berita

ilustrasi/net

Dunia

Penyidik PBB Desak AS Serahkan Data Serangan Pesawat Tak Berawak

SABTU, 19 OKTOBER 2013 | 18:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penyidik Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendesak pemerintah Amerika Serikat agar segera menyerahkan data mengenai serangan pesawat tanpa awak dan jumlah korban sipil yang diakibatkan oleh serangan tersebut.

Pakar hukum Inggris yang menjadi pelapor PBB untuk hak asasi dan kontra terorisme, Ben Emmerson telah menyiapkan laporan interim untuk Dewan Hak Asasi Manusia PBB, terkait tugas yang diembannya sejak Januari 2013.

Ben telah berkeliling ke negara-negara yang jadi sasaran drone di Afghanistan, Pakistan, dan Yaman sejak awal Januari lalu. Di ketiga tempat itu, Emmerson mengaku telah mendapat banyak laporan dari warga sipil terkait jumlah korban yang tewas akibat serangan AS itu.


"Di Pakistan saja paling tidak 400 warga sipil tewas sejak 2004," ujarnya sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 19/10).

Menurut dia keterlibatan badan intelijen CIA menyebabkan hambatan besar AS transparan mengenai serangan ini. Dalam laporan itu, ia juga menyebutkan tidak dapat menerima alasan Amerika yang menyebutkan tidak dapat memberikan data korban sipil akibat operasi pesawat tanpa awak, karena alasan keamanan.

Kebijakan AS di bawah pemerintah Obama melegalkan penggunaan pesawat tanpa awak beroperasi di Pakistan, Afghanistan dan Yaman. Tujuannya untuk melakukan serangan peluru kendali terhadap tersangka kelompok militan di ketiga negara berkonflik tersebut. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya