Berita

Politik

DINASTI POLITIK

Anas Merasa SBY Senapas dengan PPI

JUMAT, 18 OKTOBER 2013 | 18:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Inisiator Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Anas Urbaningrum senang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeritik dinasti politik yang marak di Indonesia.

"Jujur saja saya berseri-seri saat Pak SBY mengeritik sistem dinasti, karena secara nilai beliau percaya dengan prinsip-prinsip meritokrasi," ujar Anas dalam diskusi "Dinasti Versus Meritokrasi Politik" di kantor PPI, Duren Sawit, Jakarta (Jumat, 17/10).

Kritik SBY, lanjut Anas, menunjukkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat tersebut sejalan dengan cita-cita PPI, yaitu mendukung budaya rekrutmen meritokrasi di setiap lini.


"Beliau (SBY) sedang mengangkat suatu nilai rekrutmen berdasarkan nilai objektif, kecakapan. Bukan faktor non prestatif yang hanya didasarkan warisan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap SBY bisa menjadi pemimpin yang memulai dan berada di barisan depan menarik gerbong perjuangan meritokrasi di Indonesia. Sebagai pemimpin SBY harus memberi contoh tersebut baik dalam konteks kepartaian atau kenegaraan.

"Kita mendorong pak SBY memimpin paling depan perjuangan meritokrasi. Sekali lagi saya tegaskan, saya pendukung Pak SBY dalam hal memperjuangkan meritokrasi," demikian Anas.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya