. Euforia keberhasilan timnas U-19 menjuarai AFF Cup dan lolos ke Piala Asia U-19 Myanmar merupakan kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia di tengah minimnya prestasi sepak bola tanah air. Prestasi ini tentu berbanding lurus dengan tingkat ketenaran para punggawa Garuda Muda.
PSSI, sebagai induk sepakbola negeri ini wajib menjaga kekompakan tim dengan melarang mereka membintangi iklan produk tertentu atau ikut bersafari politik dengan para politisi.
Begitu dikatakan Ketua Seni Budaya dan Olahraga DPP IMM Supriadi Djae dalam rilis kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 17/10).
"Jangan seperti saat jelang final AFF 2010 lalu, timnas yang harusnya latihan malah datang ke jamuan makan seorang politisi," tutur pria yang akrab disapa Sudja ini.
Namun cita-cita itu tidak terwujud dengan dipolitisasinya salah satu punggawa timnas U-19 yang juga merupakan pencetak gol ke gawang Filipina di babak kualifikasi Piala Asia U-19, Yabes Roni Malaifani. Putera asli tanah Alor ini luput dari perlindungan PSSI.
Pasalnya, politisi senayan yang juga Bendahara Umum Golkar, Setya Novanto telah menumpang ketenaran dengan mengarak Yabes keliling Kupang pada Rabu (16/10).
"Setya Novanto yang maju caleg di daerah itu memanfaatkan Yabes untuk kampanye pileg 2014," tegas Sudja, yang juga merupakan putera asli Alor ini.
Kata Sudja, selama menjabat sebagai anggora dewan, Setya Novanto tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap daerah pemilihannya. Jadi, hematnya, tidak pantas Setya tampil layaknya orang yang berjasa atas kesuksesan putera NTT.
"Rakyat NTT selama ini hanya dijadikan komoditas politik dan ekonomi Setyo, untuk memperkaya diri sendiri. Ia sama sekali tidak peduli dengan nasib warga NTT" tegasnya.
"Secara khusus saya meminta kepada Setyo Novanto untuk tidak merusak mental atlet kebanggaan NTT demi kepentingan pribadinya," demikian Sudja.
[ysa]