Berita

setya novanto/net

Putera Alor Minta Bendum Golkar Tidak Numpang Ketenaran Yabes Malaifani

KAMIS, 17 OKTOBER 2013 | 14:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Euforia keberhasilan timnas U-19 menjuarai AFF Cup dan lolos ke Piala Asia U-19 Myanmar merupakan kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia di tengah minimnya prestasi sepak bola tanah air. Prestasi ini tentu berbanding lurus dengan tingkat ketenaran para punggawa Garuda Muda.

PSSI, sebagai induk sepakbola negeri ini wajib menjaga kekompakan tim dengan melarang mereka membintangi iklan produk tertentu atau ikut bersafari politik dengan para politisi.

Begitu dikatakan Ketua Seni Budaya dan Olahraga DPP IMM Supriadi Djae dalam rilis kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 17/10).


"Jangan seperti saat jelang final AFF 2010 lalu, timnas yang harusnya latihan malah datang ke jamuan makan seorang politisi," tutur pria yang akrab disapa Sudja ini.

Namun cita-cita itu tidak terwujud dengan dipolitisasinya salah satu punggawa timnas U-19 yang juga merupakan pencetak gol ke gawang Filipina di babak kualifikasi Piala Asia U-19, Yabes Roni Malaifani. Putera asli tanah Alor ini luput dari perlindungan PSSI.

Pasalnya, politisi senayan yang juga Bendahara Umum Golkar, Setya Novanto telah menumpang ketenaran dengan mengarak Yabes keliling Kupang pada Rabu (16/10).

"Setya Novanto yang maju caleg di daerah itu memanfaatkan Yabes untuk kampanye pileg 2014," tegas Sudja, yang juga merupakan putera asli Alor ini.

Kata Sudja, selama menjabat sebagai anggora dewan, Setya Novanto tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap daerah pemilihannya. Jadi, hematnya, tidak pantas Setya tampil layaknya orang yang berjasa atas kesuksesan putera NTT.

"Rakyat NTT selama ini hanya dijadikan komoditas politik dan ekonomi Setyo, untuk memperkaya diri sendiri. Ia sama sekali tidak peduli dengan nasib warga NTT" tegasnya.

"Secara khusus saya meminta kepada Setyo Novanto untuk tidak merusak mental atlet kebanggaan NTT demi kepentingan pribadinya," demikian Sudja. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya