Berita

timur pradopo/net

Politik

Komisi III Harus Evaluasi Timur Sebelum Uji Sutarman

SELASA, 15 OKTOBER 2013 | 08:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sebelum melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon kapolri baru Komjen Sutarman, Komisi III DPR sebaiknya harus lebih dulu memanggil Kapolri Timur Pradopo. Tujuannya, untuk mengevaluasi kinerja, visi misi, dan realisasi janji Timur Pradopo dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III saat akan menjadi kapolri tiga tahun lalu.

Menurut Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane, tanpa evaluasi terhadap kelebihan dan kekurangan kinerja Timur, uji kepatutan dan kelayakan tidak akan ada gunanya. Forum itu hanya akan menjadi arena janji-janji gombal yang tidak jelas tujuannya dan hanya buang-buang enerji. Sebab, setelah penyampaian visi misi dan janji-janji dalam uji kepatutan tersebut, kalangan Komisi III seakan tidak bertanggungjawab lagi untuk mengevaluasinya.

Terbukti kata Neta, saat Timur akan dicopot SBY sebagai Kapolri, Komisi III tidak melakukan forum untuk memanggil dan mengevaluasi kinerja Timur. Padahal, forum evaluasi itu sangat penting untuk mengetahui sejauh mana Timur sudah menjalankan visi misi yang dijanjikannya. Sejauh mana keberhasilan dan kekurangan Timur serta apa saja kendala yang dihadapinya untuk membangun Polri yang profesional.


"Evaluasi terhadap kinerja Timur menjadi tanggungjawab Komisi III karena sebelumnya Komisi III lah yang melakukan uji kepatutan dan kelayakan," ujar Neta, Selasa (15/10).

Jika tidak bertanggungjawab untuk melakukan evaluasi terang Neta, buat apa Komisi III melakukan uji kepatutan dan kelayakan bagi calon Kapolri. Apalagi calonnya hanya figur tunggal dari presiden. Sebab itu Komisi III harus segera mengembalikan calon tunggal Sutarman kepada presiden.

"Jika Komisi III tidak punya keberanian untuk mengembalikan Sutarman, politik basa basi uji kepatutan dan kelayakan tersebut harus dihentikan karena tidak bermanfaat dan buang-buang enerji," demikian Neta S Pane. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya