Berita

Wiranto

Wawancara

WAWANCARA

Wiranto: Rekrutmen Politisi & Pejabat Perlu Dibenahi Secara Total

SABTU, 12 OKTOBER 2013 | 10:37 WIB

Korupsi sudah menjangkiti seluruh strata dan kalangan. Pejabat ekeskutif, legislatif dan yudikatif sudah terkena. Salah satu penyebabnya, karena pola rekrutmen yang tidak baik.

“Sumber Daya Manusia (SDM) kita banyak. Tapi kalau rekrutmennya asal-asalan, tentu hasilnya tidak bagus. Ujung-ujungnya seperti sekarang, banyak koruptor,” kata Ketua Umum Partai Hanura Wiranto kepada Rakyat Merdeka usai diwisuda sebagai doktor dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), di Jakarta International Expo, Kamis (10/10).

Wiranto berharap sistem rekrutmen terhadap politisi, pejabat negara maupun pemimpin ke depan lebih diperketat lagi.


“Makanya saya buat judul disertasi; Pengaruh Rekrutmen, Seleksi, Kompetensi dan Kebijakan Terhadap Perubahan Kondisi Nasional,”  ujar bekas Panglima TNI/Menhankam itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa masalahnya hanya rekrutmen?
Ya. Memang ada masalah lainnya yang perlu diperhatikan. Tapi masalah rekrutmen yang paling utama.  Sebab kalau rekrutmen banyak kesalahan. Maka hasilnya tidak akan pernah bagus. Kalau input yang masuk tidak bagus, maka outputnya juga tidak bagus.

Siapa yang bertanggung jawab atas rekrutmen itu?

Saya kira ini bukan mencari siapa yang salah. Tapi bagaimana kita mencari akar permasalahan. Kemudian kita pecahkan bersama.

Yang penting harus jujur pada diri sendiri, masyarakat dan Tuhan. Dengan cara itu bisa kita benahi negeri ini. Perbaiki rekrutmen politisi dan pejabat secara total.

Makanya Partai Hanura memiliki suatu semangat untuk harus konsisten dan bersih sepanjang masa.

Apa solusi yang Anda tawarkan?
Lewat punishment. Diberikan hukuman yang keras agar ada efek jera.  Saya usulkan agar dipertimbangkan hukuman mati untuk koruptor.

Selain itu?
Setiap parpol diharapkan menerapkan hati nurani. Kalau hanya menggunakan otak saja, itu tidak akan bagus. Sebab, otak penuh akal-akalan dan nafsu.   
 
Apa sudah diajakan pimpinan parpol lain untuk  membenahi sistem rekrutmen terhadap politisi?
Tentu, selalu saya ajak partai lainnya. Kalau partai lain mau kan Alhamdulillah. Tapi kan dalam suatu persaingan politik ajakan bisa dianggap sebagai suatu hal yang kurang pas.

 Padahal ini usul yang penting. Tapi saya tidak akan menyerah sebarkan paham hati nurani ini. Sebab, hati nurani ini bukan milik Hanura saja, tapi seluruh bangsa.

Setelah diwisuda mendapat gelar S3, tanggapan Anda?
Tentu senang. Saya mendapat gelar doktor tidak  semudah membalikkan telapak tangan. Saya menyelesaikan pendidikan ini tidak hanya 1-2 bulan, tapi tahunan.

Bukankah Anda sibuk, bagaimana belajarnya?
Jika kita sungguh-sungguh ingin melaksanakannya, walaupun disela-sela kegiatan saya yang cukup padat, ternyata bisa diselesaikan juga. Saya kan tidak pernah absen saat kuliah.

Barangkali Anda diistimewakan?

Selama kuliah, saya tidak diistimewakan. Saat saya menjadi mahasiswa, dari awal saya menempatkan diri seperti mahasiswa lainnya, yaitu memiliki kewajiban untuk belajar.
Saya tidak minta diistimewakan orang. Saya makan di kantin bersama kawan-kawan. Saya membawa mobil sendiri tanpa pengawalan.
  
Mendapat nilai tertinggi di angkatan dengan predikat cumlaude, apa tanggapan Anda?

Saya diberi predikat cumlaude dengan indeks prestasi akhir 3.92. Saat nama saya disebut mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah dari wisudawan maupun orang tua wisudawan yang hadir saat wisuda itu.

Dalam wisuda kali ini UNJ meluluskan 2.740 lulusan yang terdiri dari program Diploma 271 orang, sarjana 1.997 orang, Magister 339 orang dan Doktor 133 orang. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Empat Anggota TNI Penyiram Air Keras Sebaiknya Diadili di Pengadilan Sipil

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:05

Tiga Kecelakaan di Tol Jateng Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:01

Kejahatan Perang Trump

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:36

Hadiri Jakarta Bedug Festival, Pramono Tekankan Kebersamaan Sambut Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14

Kenapa Pemimpin Iran Mudah Sekali Diserang Israel-AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:07

Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI dan Polri Tangani Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:23

Hukum Militer, Lex Specialis, dan Ujian Akuntabilitas dari Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:04

Korlantas Gagal Tangani Arus Mudik

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:00

Dokter Tifa Ngaku Dikuatkan Roy Suryo yang Masih Waras

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:29

Air Keras dari Orang Dalam

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:11

Selengkapnya