Berita

istimewa

Politik

AMM Sambangi KPU Tolak Nama Syukriansyah Sihotang

JUMAT, 11 OKTOBER 2013 | 18:03 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Puluhan orang yang menamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah (AMM) menggelar demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum, di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, siang tadi (Jumat, 11/10).

Dalam aksi damai ini, mereka membentangkan berbagai macam spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap salah satu calon komisioner KPU Kabupaten Tapanuli Tengah Syukriansah Sihotang.

"Kami meminta kepada KPU Pusat untuk tidak meloloskan saudara Syukriansah Sihotang karena terbebani track record buruk selama menjadi anggota Panwaslu Tapanuli tengah," ujar koordinator AMM Supriadi Djae kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 11/10).


Kata dia, Syukriansyah telah melanggar etika independensi dan nilai-nilai kejujuran selama menjadi anggota Panwaslu. Pasalnya, Syukriansyah diduga telah memihak kepada salah satu calon saat Pemilihan Bupati pada tahun 2011.

"Itu (keberpihakan) bisa dilihat dalam kesaksiannya yang memihak saat sengketa di MK. Kesaksian itu akhirnya juga ditolak oleh MK," sambung pria yang akrab disapa Sudja itu.

Penolakan ini juga dilakukan lantaran saudara kandung Syukriansyah juga maju sebagai calon legislatif (caleg) di daerah pemilihan (Dapil) Tapteng. Dikhawatirkan, jika ia tetap diloloskan KPU maka KPU Tapteng berpotensi tidak independen.

"Jika tetap diloloskan bisa mengakibatkan rusaknya independensi KPUD pada proses pemilu. Kepercayaan terhadap KPU hilang dan pada akirnya memicu tindak kekerasan," tambah Sudja, yang juga merupakan ketua dari salah satu lembaga ortom Muhammadiyah itu.

"Sekali lagi, aksi ini adalah bentuk kepedulian AMM terhadap pemilu bersih dan bermartabat.  Juga untuk menjaga nama baik KPU," demikian Sudja. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya