Berita

firmanzah/net

Dunia

SBY Puji Korsel, Jepang dan China Karena Membantu ASEAN Hadapi Gejolak

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 16:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan apresiasi terhadap tiga negara, yaitu Korea Selatan, Jepang dan China, yang telah membantu sejumlah negara di kawasan ASEAN untuk menghadapi gejolak pasar keuangan dunia dalam kerangka kerjasama Chiang May Multilateral Initiative.

Presiden menyampaikan bahwa potensi ekonomi ASEAN Plus Three cukup besar. Tahun 2012, nilai perdagangan ASEAN Plus Three senilai US$ 678 miliar. Presiden menyampaikan bahwa nilai ini akan bisa ditingkatkan dua kali lipat dalam beberapa waktu ke depan

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Pembangunan, Firmanzah, di Gedung Media Center, International Convention Center, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Kamis (10/10).


Dikutip dari setkab.go.id, menurut Firmanzah, ASEAN Plus Three berbeda dengan ASEAN-Jepang dan ASEAN-Korsel. ASEAN Plus Three punya kerangka dan format kerjasama lebih satu kesatuan.

Ia menyebutkan, kerjasama Jepang, Korea Selatan, China, dengan ASEAN untuk meningkatkan kerangka kerjasama perdagangan, kemudian investasi, serta sektor-sektor lain terkait dengan ekonomi. Sedangkan, Chiang May Initiative merupakan kerjasama currency swap, di mana masing-masing negara ASEAN membentuk Multilateral Currency Swap Arrangement. Dengan demikian, masing-masing negara bisa mendapatkan currency swap untuk memperkuat jaminan devisanya kalau situasi mendesak.

"Jadi Chiang May Initiative merupakan inisiatif kawasan untuk mengurangi atau menghindari kawasan dari krisis ekonomi seperti tahun 1997, yang mana cadangan devisa harus diperkuat dan Chiang May Initiative  menyediakan cadangan yang cukup memadai bilamana itu terjadi," papar Firmanzah. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya