Berita

ilustrasi/net

Hukum

Diyakini Bakal Ada Kejutan dari Misteri Narkoba di Ruangan Akil

KAMIS, 10 OKTOBER 2013 | 10:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Misteri empat linting ganja dan dua pil mengandung sabu yang ditemukan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang kerja Ketua Mahkamah Konstitusi (kini non aktif) Akil Mochtar seharusnya segera diperjelas oleh KPK ataupun Badan Narkotika Nasional (BNN).

Muncul banyak dugaan di balik misteri temuan narkoba di ruangan Akil, yang bisa menjadi bumerang bagi KPK maupun BNN karena ini bisa menyinggung indikasi konspirasi untuk lebih menjatuhkan kredibilitas Akil atau mungkin saja ada persaingan tak sehat antara petugas di KPK dan BNN. Dari kesaksian para staf MK tak ditemukan bukti kuat bahwa narkotika itu milik Akil. Ditambah lagi, hasil pemeriksaan laboratorium BNN yang menegaskan Akil negatif narkoba.

Ketika Rakyat Merdeka Online menanyakan perihal misteri narkoba ini kepada anggota Komisi Hukum DPR, Martin Hutabarat, petinggi Partai Gerindra ini menyarangka KPK untuk menanyakan kembali ke Akil apakah benar dia menyimpan narkoba di laci mejanya.


"Andaikata tidak diakui oleh Akil bahwa dia pemiliknya, tentu kemungkinan lain adalah bahwa ada orang dari internal MK yang sengaja meletakkannya di sana. Tapi ini kecil kemungkinannya melihat tidak sembarang orang bisa masuk ke kamar kerja Ketua MK," kata Martin beberapa saat lalu (Kamis, 10/10).

Tapi tak menutup kemungkinan lain, Martin tegaskan, bahwa ada penyidik KPK yang sengaja meletakkannya di atas meja Akil. Namun, kemungkinan ini juga rasanya tak logis.

"Motifnya apa penyidik KPK menaruh di sana? Sebab, dengan tertangkap tangannya Akil menerima uang di rumahnya, dan dikaitkan dengan UU TPPU, ancaman hukumannya sudah lebih 10 tahun. Meskipun para penyidik KPK, sebagian besar orangnya berasal dari Polri, tapi ini kan penyidik Polri yang berbeda, yang sudah terseleksi dengan baik," terangnya.

Melihat berbagai kemungkinan tadi, Martin berpendapat, tindakan BNN yang akan memeriksa DNA dan air liur Akil untuk memastikan bahwa Akil benar-benar negatif dari penggunaan narkoba sudah tepat. Ia menduga akan ada kejutan dari hasil pemeriksaan kedua nanti.

"Namun, andaikata hasilnya menunjukkan Akil benar-benar negatif, maka pengusutan lanjutan tetap perlu dilakukan. Tapi sudah bukan pada BNN lagi, akan berpindah pada Mabes Polri untuk mengusut dari mana ada ganja dan pil narkoba di sana," tandasnya. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya