Berita

istimewa

Politik

Kata Pak Bondan, Hanya Prabowo yang Peduli Gizi Anak

MINGGU, 06 OKTOBER 2013 | 12:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pakar kuliner dan pengusaha, Bondan Haryo Winarno telah memutuskan untuk 'turun gunung' di Pemilu 2014 lantaran ingin memperjuangkan gizi manusia Indonesia.

Sedangkan pilihan maju dengan menggunakan kendaraan Partai Gerindra, diakuinya karena hanya partai ini yang konsen memperhatikan indeks perkembangan manusia (IPM). Selain itu, Pak Bondan juga mengaku terkesan dengan kicauan dari akun twitter milik Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra @Prabowo08 yang acapkali berkicau tentang IPM dan kondisi gizi anak-anak. 

Menurutnya, tidak ada partai ataupun figur selain Gerindra dan Prabowo yang menunjukkan kepedulian tentang gizi, yang sebenarnya merupakan kebutuhan fundamental dalam perkembangan Indonesia.


"Setelah saya pelajari, ternyata setiap Prabowo mendapat kesampatan untuk bicara, ia selalu menyempatkan untuk memaparkan kondisi gizi anak Indonesia. Saat ini 1 dari 3 anak di DKI Jakarta mengalami malnutrisi. Kondisinya lebih parah di daerah timur Indonesia dimana sampai 2 dari 3 anak di NTT kurang gizi," ujar pria yang akrab dengan jargon 'maknyus' ini, dalam rilis yang diterima redaksi (Minggu, 6/10).

Saat ini Pak Bondan terdaftar sebagai calon anggota DPR-RI nomor urut 2 di Dapil DKI 2 (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Luar Negeri) dari Partai Gerindra. Dalam tiap kampanye, ia berjanji akan memperjuangkan agar negara bisa menjamin gizi ibu hamil dan anak-anak. Ia ingin agar perkembangan anak bisa jadi lebih sempurna, menciptakan kantin sehat di sekolah-sekolah, dan mengkampanyekan gaya hidup dan makan sehat agar Indonesia bisa lebih sehat, pintar dan berdikari.

"Saya tidak mau lagi anak Indonesia kalah sebelum bertanding karena masalah gizi," tutup Pak Bondan. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya