Berita

PLN Harus Punya Kompetitor Agar Tak Bertingkah

MINGGU, 06 OKTOBER 2013 | 10:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemadaman listrik yang dilakukan PLN di Sumatera Utara (Sumut) menuai protes dari kalangan buruh pabrik. Mereka khawatir perusahaan tempatnya bekerja kolaps, akibat meningkatnya biaya produksi dengan penggunaan mesin genset.

Kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan, yang mengakibatkan mereka menjadi terlantar.

Menanggapi hal ini, ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia  (KSBSI) Edward Pakpahan menilai bahwa kebijakan pemerintah menjadikan PLN sebagai perusahaan yang memonopoli urusan kelistrikan merupakan kesalahan besar. Sebab, alih-alih untuk mempermudah pelayanan kelistrikan, justru membuat perusahaan tersebut berubah menjadi perusahaan yang membuat masyarakat semakin susah.


"PLN ini bertingkah karena tidak ada kompetitornya alias monopoli, coba kalau ada, saya yakin PLN tidak akan berani memadamkan listrik sesuka hati," kata Edward sebagaimana dikutip dari Medanbagus.com (Minggu, 6/10).

Menurutnya, urusan kelistrikan seharusnya mulai diberikan kepada perusahaan swasta agar pelayanannya semakin profesional.

"Kalau ada swasta berarti PLN memiliki kompetitor, saya yakin kalau sudah begini baru mereka akan berlomba memberikan pelayanan yang baik," ujarnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya