Sebagai orang yang berpendidikan, seharusnya Ketua Mahkamah (MK), Akil Mochtar tidak arogan dengan menampar jurnalis yang sedang melaksanakan kegiatan peliputan. Akil seharusnya kooperatif menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Begitu dikatakan Sekertaris Fraksi Demokrat DPR RI Teuku Riefky Harsya dalam keterangan tertulis yang di terima Rakyat Merdeka Online, Jumat (4/10).
"Fraksi Demokrat menyesalkan kejadian yang dilakukan Ketua MK. Bagaimanapun Pak Akil adalah orang yang berpendidikan, seharusnya dia bisa menghargai rekan-rekan jurnalis" kata dia.
Karenanya, dia meminta Akil, yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu untuk menjelaskan maksud dari tindakan yang dilakukan sebelum diboyong ke Rutan KPK yang terletak di basement gedung itu, Kamis (3/10) malam.
"Publik juga perlu mengetahui klarifikasi dari Pak Akil, wajar saja bila wartawan bertanya langsung ," demikian Teuku Riefky.
Sebelumnya, Oktavian Dewangga, Wartawan Harian Rakyat Merdeka mendapatkan tamparan dari Akil Mochtar. Itu, diterimanya saat mencoba mengkonfirmasi pertanyaan mengenai hukuman potong jari bagi koruptor yang dulu pernah dilontarkan Akil Mochtar.
Sementara Akil sendiri saat ini telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap terkait sengketa PIlkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten.