Berita

PATRIALIS AKBAR/NET

Hukum

Semakin Beralasan ICW Gugat Penunjukkan Patrialis Akbar

JUMAT, 04 OKTOBER 2013 | 19:48 WIB | LAPORAN:

Kesalahan dalam proses rekrutmen hakim konstitusi dan rendahnya  pengawasan di internal lembaga Mahkamah Konstitusi (MK) ditenggarai menjadi problem mendasar di tubuh lembaga tinggi negara tersebut.

Hal ini dikemukakan koordinator Badan Pekerja Indonesia Coruption Watch (ICW) Danang Widoyoko menanggapi penangkapan Ketua MK Akil Mochtar dalam operasi tangkap tangan oleh penyidik KPK.

"Nah ini yang menjadi catatan penting sebetulnya bagi MK, terutama saya kira soal pengawasan internal, yang masih bolong. Kasus Refly Harun itu, dia jadi korban. Itu justru membuktikan omongan dia, bukan seperti itu bongkar korupsi," ujarnya.


Danang juga menyebut problem dalam seleksi hakim MK. Menurut dia, selama ini proses-proses seleksinya tidak transparan dan akuntabel, bahkan oleh presiden. Maka dari itu, ICW mengajukan gugatan ke PTUN atas SK penunjukkan Patrialis Akbar sebagai hakim MK.  

"Kami sangat kecewa karena waktu itu, Pak Djoko Suyanto mengatakan loh kan kami berhak mengangkat yang bersangkutan, tanpa melalui proses-proses yang harus dilakukan sampai kemudian sampai ada nama Akil dikirim ke presiden disampaikan MK," ulas Danang.

Padahal, lanjut Danang, seleksi hakim MK harus sesuai dengan tahapan prosedural. Dimulai dengan pembentukan panitia seleksi, kemudian fit and proper test hingga tahap pengumuman.

"Jadi proses itu dilewati oleh SBY. Jadi menurut saya yang harus dibenahi adalah proses seleksinya. Agar bagaimana proses seleksi ini berjalan transparan dan akuntabel," tandasnya.[wid]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya