Berita

Hukum

Ketua PN Bandung Heran Kadis Bisa Punya Duit Miliaran Rupiah

JUMAT, 04 OKTOBER 2013 | 12:33 WIB | LAPORAN:

Sejumlah SKPD di Kota Bandung ternyata ikut urunan mengembalikan kerugian negara akibat korupsi dana bantuan sosial yang menurut perhitungan BPKP mencapai Rp 9,4 miliar.

Keterangan ini diperoleh dari kesaksian mantan walikota Bandung, Dada Rosada saat sidang lanjutan perkara suap hakim di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LRE Martadinata, kemarin (Kamis, 3/10).

Kesaksian Dada tersebut rupanya membuat keheranan Ketua PN Bandung, Nurhakim yang memimpin sidang lanjutan tersebut.


"Saya heran kepala dinas bisa dapat uang milliaran rupiah dari mana, dan digunakan untuk suap lagi," ujar Nurhakim saat ditemui di ruang kerjanya, PN Bandung, Jumat (4/10).

Nurhakim menuturkan, sikap seperti itu tidak layak dicontoh. Terlebih dilakukan oleh PNS yang merupakan abdi negara.

"Sangat tidak lah patut dicontoh, ketika abdi negara PNS melakukan suap. Dia ini kan pengabdi negara dan dibayar negara. Jadi tidak sepatutnya melakukan hal seperti itu," jelas Nurhakim.

Seperti diketahui, dalam kesaksian di sidang kasus bansos kemarin, Dada dan mantan Sekretaris Daerah Pemprov Jabar Edi Siswadi menyatakan, kerugian negara harus dibayarkan supaya para terdakwa yang merupakan anak buahnya di Pemkot Bandung bisa mendapat hukuman yang ringan.

Namun atas permintaan Edi itu SKPD tidak terlalu menanggapi. Sehingga Dada membuat pertemuan di rumahnya dengan memanggil sejumlah ketua SKPD dan Edi kembali menyampaikan agar SKPD berpartisipasi. Beberapa SKPD pun menyerahkan uang sebagai patungan untuk membayarkan uang pengganti kerugian negara. Beberapa menyumbang dengan kisaran berbeda-beda.
Kepala Dinas seperti Kepala Dinas Bina Marga kota Bandung Iming menyumbang senilai Rp 1,4 miliar, lalu Dirut PDAM Rp 500 juta, dan konsultan PDAM Kota Bandung, Jumhana sebesar Rp 975 juta.

" Itu kepala dinas bisa menyiapkan uang senilai tersebut dari mana, dan harus diketahui dana tersebut dan dapat dipertanggungjawabkan," tanya Nurhakim.[wid]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya