Berita

refly harun/net

Hukum

Refly Harun: Dugaan Korupsi Akil Sudah Diserahkan ke KPK Sejak 2010

KAMIS, 03 OKTOBER 2013 | 14:42 WIB | LAPORAN:

Penangkapan terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar mengingatkan kembali akan sosok ahli tata negara, Refly Harun. Pada 2010 lalu, Akil sempat terlibat konfrontasi dengan Refly Harun.

Perselisihan mereka bermula dari perkara sengketa Pilkada Kabupaten Simangulun yang ditangani Refly sebagai pengacara dari Bupati Jopinus Ramli Saragih. Saat menangani perkara itu, Refly menuding praktik suap di MK sudah lazim terjadi. Secara khusus ia menyebut Akil pernah meminta uang Rp 1 miliar dari kliennya, saat menjadi ketua panel hakim yang mengadili perkara sengketa itu.

Hari ini, Refly Harun menjelaskan lagi perkara 2,5 tahun lalu itu kepada wartawan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


"Pada 2010, ada tiga fakta yang saya sampaikan yaitu yang saya dengar, saya alami dan saya lihat, tapi tim investigasi saat itu hanya memilih satu saja yaitu apa yang saya lihat sendiri," kata Refly di gedung KPK Jakarta, Kamis (3/10).

Tim tersebut terdiri atas dirinya sendiri sebagai ketua, dengan anggota tim Bambang Widjajanto, Adnan Buyung Nasution, Bambang Harymurti, dan Saldi Isra.

"Hasil dari tim investigasi, terkonfirmasi ada uang Rp1 miliar. Tapi soal apakah jadi diberikan kepada Pak Akil Mochtar, itu belum terkonfirmasi. Jadi kasus ini kami serahkan ke KPK, tapi memang selama tiga tahun belum juga naik ke penyidikan sampai Pak Akil kemarin tertangkap tangan," ungkap Refly.

Pernyataan Refly semakin menguatkan pernyataan anggota Komisi III DPR, Matin Hutabarat, sebelumnya. Benar, bahwa gerak-gerik Akil sebagai hakim konstitusi sudah diawasi KPK sejak 2010. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya