Berita

soekarwo/saifullah y di MK/net

Nusantara

Karsa Tawari PK Rp 20 Miliar Sampai Tak Terhingga

SELASA, 01 OKTOBER 2013 | 22:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pasangan Soekarwo-Saefullah Yusuf (Karsa) mengiming-imingi uang hingga puluhan miliar ke pengurus Partai Kedaulatan agar mau mencabut dukungan terhadap pasangan Khofifah Indarparawansa-Herman Suryadi Sumawiredja (Berkah).

"Ada sejumlah uang yang ditawarkan agar PK mencabut dukungan terhadap pasangan Berkah. Kami ditawari dari Rp 2 miliar, Rp 5 miliar, Rp 20 miliar sampai tak terhingga," kata Ketua Bidang Humas dan Advokasi Partai Keadilan (PK) Elia Hilma, saat memberi kesaksian dalam sidang sengketa Pilkada Jawa Timur di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Selasa (1/10).

Iming-iming tersebut disampaikan oleh salah satu koordinator atau LO pasangan Karsa. Bahkan, kata Eliza, setelah putusan DKPP yang memulihkan hak politik pasangan Berkah, rayuan kepada partainya semakin intensif.


"Di tengah sidang DKPP  pada 21 Mei, kami Rakor di Sarinah. Di sana ada dua ketua partai yang sebelumnya mendukung Ibu Khofifah dan mengalihkan dukungannya ke Pak Karwo. Salah satu ketua partai mengajak bicara, mereka minta kami berembuk untuk mengalihkan dukungan dari Ibu Khofifah," paparnya.

Tak hanya timses yang melobi PK, menurut Eliza, Saifullah Yusuf yang menjabat Wagub Jatim pun menelepon Ketua Umum Partai Kedaulatan. "Saat itu yang saya tahu dari Ketum Partai Kedaulatan, Wagub bilang, sudahlah dilupakan apa yang disampaikan tim Karwo, tentang besaran dana untuk alihkan dukungan. Kita bertemu langsung saja untuk bicarakan hal ini," kata Eliza.

Ajakan bertemu itu, menurut Eliz, berarti bahwa Ipul siap membayar berapapun, asal Partai Kedaulatan bersedia mengalihkan dukungan dari Khofifah.

"Pada saat kumpul partai kecil pun ada perbincangan bahwa para ketua partai diundang di Surabaya untuk bagi-bagi uang. Saat itu, PK ditunggu kehadirannya karena dalam pertemuan itu, partai-partai baru dipanjer Rp 150 juta," ujarnya. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya