Berita

muhaimin iskandar/net

Cak Imin Optimis Wilfrida Soik Dibebaskan

SENIN, 30 SEPTEMBER 2013 | 21:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan momentum penundaan putusan sela terhadap Wilfrida Soik sampai 17 November 2013 akan dimanfaatkan untuk memperkuat langkah-langkah pembelaan hukum dan pendekatan diplomatik secara bilateral untuk membebaskan Wilfrida.

Muhaimin berharap, kedua jalur perdekatan tersebut dapat dipadukan dan bersinergii secara efektik.

"Kita tetap optimistis untuk membebaskan Wilfrida dari ancaman hukuman mati," ujar Cak Imin panggilan akrab Ketua Umum PKB ini seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet RI, Senin (30/9).


Bahkan pemerintah Malaysia kata Cak Imin, bersedia memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam upaya-upaya yang dilakukan Indonesia untuk melakukan  pembelaan. Meskipun  memang  tidak bisa intervensi langsung terhadap setiap proses pengadilan.

Ia menambahkan pemerintah Malaysia juga beritikad baik untuk membantu secara optimal dari segi kebijakan peningkatan perlindungan TKI dengan mempertimbangan langkah-langkah pendekatan diplomasi yang telah dilakukan pihak Indonesia. Diplomasi antar kedua negara ini penting untuk memberikan keadilan bagi Wilfrida.

Tak hanya itu, pemerintah kata Cak Imin melakukan pendekatan secara informal dengan melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat di Malaysia. Diharapkan mereka pun akan memberikan dukungan agar Wilfrida dapat selamat dan dibebaskan dari tuntutan hukuman mati.

Menurutnya, dalam kasus Wilfrida ini, pengadilan harus mempertimbangkan status Wlfrida yang sebenarnya merupakan korban perdagangan manusia (trafficking) yang semestinya mendapatkan perlindungan dari pemerintah Malaysia

"Pengadilan Malaysia harus mempertimbangkan aspek kemanusian dan keadilan bagi Wilfrida serta membuktikan komitmen Malaysia dalam memberantas aksi perdagangan manusia di negaranya. Kita terus dorong pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah Wifrida ini dengan baik," tandas Cak Imin. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya