Berita

komjen sutarman/net

Hukum

Alasan Presiden Ajukan Sutarman Menuai Kecurigaan

SENIN, 30 SEPTEMBER 2013 | 16:29 WIB | LAPORAN:

Alasan Presiden SBY bahwa pergantian Kepala Polri dari Jenderal Timur Pradopo mengalami percepatan untuk pengamanan pemilu dan Pilpres 2014, justru menimbulkan kekhawatiran. Timur Pradopo sebetulnya baru memasuki masa pensiun pada Januari 2014.

Menurut Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu, Presiden SBY tidak perlu memperjelas bahwa pergantian Kapolri dalam rangka pengamanan pemilu dan pilpres 2014, karena tugas dasar Polri adalah menjaga keamanan di tengah masyarakat, bukan hanya saat pemilu. Hal itu dikatakannya menyikapi keputusan Presiden menunjuk Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Komjen Sutarman, sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Timur Pradopo yang akan memasuki masa pensiun.

"Penjelasan Presiden mengandung makna perintah bersayap. Sekaligus mengabaikan gangguan keamanan yang meningkat belakangan ini, hingga penembakan terhadap petugas Polri di lapangan," kata Masinton, kepada wartawan, Senin (30/9).


Akan sangat berbahaya untuk perkembangan demokrasi bila institusi Polri diseret untuk kepentingan politik SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Tentu masih segar dalam ingatan kita ketika kecurangan Pilkada Bali terungkap, keterlibatan Polisi dikerahkan untuk memenangkan salah satu kandidat calon Gubernur Bali," terangnya.

"Apalagi, saat ini ada 65 juta pemilih yang datanya belum jelas sebagai pemilih. Ini adalah potensi awal bakal terjadinya praktik kecurangan dalam pemilu 2014 nanti," tambah dia.

Masinton berharap, Kapolri yang baru nanti fokus pada pembenahan atau reformasi internal kepolisian agar polisi tidak lagi sebagai lembaga terkorup. Memaksimalkan tugas dan fungsi menjaga keamanan, serta menindaklanjuti berbagai laporan pengaduan masayarakat tanpa tebang pilih, termasuk rekening gendut perwira tinggi Polri. [ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya