Berita

ASEP WARLAN YUSUF/NET

Hukum

DPR Harus Sikapi Ketidakjelasan Barang Sitaan KPK

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2013 | 17:28 WIB | LAPORAN:

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus menyikapi  ketidakjelasan mekanisme penyitaan uang negara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan, Bandung, Asep Warlan Yusuf mencermati, selama ini ada kesan BPK tidak berani mengaudit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pun demikian dengan kejaksaan dan Polri.

"Kita sudah lihat ketika polisi mau menarik anggota-anggotanya di KPK, mereka melawan dan masyarakat justru menuduh polisi mau menghancurkan KPK. Kejaksaan pun demikian, maka satu-satunya harapan hanya DPR," ujarnya, Minggu (29/9).


Asep mengingatkan, pimpinan KPK untuk betul-betul membersihkan sistem tak benar di internalnya. Pembentukan KPK bukan tanpa alasan kuat.

"KPK dibentuk karena kepolisian dan kejaksaan dianggap korup. KPK dianggap sebagai sapu yang bersih dan ternyata kalau ikut kotor, ya harus dibersihkan dulu," ujar Asep.

KPK seyogyanya jadi contoh dari penegakan sistem dan aturan perundang-undangan. Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa KPK bukanlah malaikat sehingga dituntut pengawasan dari seluruh pihaknya, khususnya masyarakat.

"Kita lihat secara proporsional, kalau memang kejadiannya KPK melanggar hukum dan aturan, maka harus  ditindak juga. Walau sulit, KPK tetap harus ada yang mengawasi," tandasnya.[wid]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya