Berita

Hukum

KPK Berpotensi Jadi Lembaga Paling Korup

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2013 | 15:28 WIB | LAPORAN:

Pada prinsipnya secara hukum sitaan uang negara dari hasil korupsi yang masuk kas negara harus diaudit dulu. Pasalnya, kalau uang tersebut langsung dimasukkan ke kas negara tanpa proses audit oleh BPK, maka uang itu bukan uang negara dan tidak bisa dimasukkan dalam kas negara.

Dengan kata lain, uang negara yang diselamatkan oleh KPK tidak bisa diklaim begitu saja tanpa audit.

“Kalau sudah diaudit BPK baru bisa sah dimasukkan masuk kas negara sebagai hasil audit pengembalian uang negara yang kembali ke negara," kata Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan Bandung, Jawa Barat Asep Warlan dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Minggu, 29/9).


Menurut dia, jika hal itu tidak dilakukan, bisa saja KPK mengklaim menyelamatkan uang negara sekian ratus miliar, padahal yang diselamatkan sebenarnya berjumlah triliunan.

Tidak itu saja menurut Asep, aset dari hasil sitaan juga harus jelas disimpannya dimana, digunakan untuk apa dan bagaimana menyimpannya.

”Kalau aset-aset sitaan ini ternyata terbukti disimpan di rekening-rekening pribadi orang-orang di KPK maka bisa saja bukan hanya bunga dari aset yang tidak jelas larinya dan akan lari ke rekening pribadi, tapi juga aset-aset sitaan tersebut sangat rawan digelapkan sendiri oleh KPK,” kata dia.

Jika ini yang terjadi, maka komisi itu bukan lagi menjadi lembaga pemberantasan tapi justru menjadi lembaga paling korup karena mengkorupsi aset sitaan yang seharusnya diselamatkan.

"Sekarang ini memang sepertinya tidak ada lembaga yang berani mengawasi KPK. Dengan fakta ini maka bukan tidak mungkin justru harta sitaan hasil korupsi dikorupsi lagi oleh orang-orang di dalam KPK sendiri,” demikian Asep. [ian]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya