Berita

silvio berlusconi/net

Dunia

Tolak Kenaikan Pajak, Alasan Lima Menteri Rakyat Merdeka Mundur

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2013 | 14:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai besutan mantan Perdana Menteri (PM) Italia Silvio Berlusconi mengancam akan menarik lima menterinya dari posisi mereka di kabinet koalisi. Ancaman ini datang menyusul adanya kabar yang menyebutkan bahwa Pria 76 tahun itu akan dipecat dari Senat karena tudingan penggelapan pajak.

Selain itu, hubungan antara partai Berlusconi, Partai Rakyat Merdeka (PDL) dengan kubu pemerintah pimpinan PM Enrico Letta juga mulai memburuk, setelah Partai berhaluan tengah-kanan itu menentang rencana menaikkan pajak penjualan, yang merupakan upaya pemerintah Italia untuk mengurangi beban utang yang sangat besar.

"Saya sudah undang wakil dari Partai Rakyat Merdeka yang duduk dalam pemerintahan untuk melihat apakah tepat jika mereka menyerahkan pengunduran diri," kata Berlusconi, sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 29/9).


Sementara itu, PM Letta justru menyebut bahwa pimpinan PDL telah melakukan dusta besar pada rakyat Italia dalam kasus ini. PDL telah menggunakan isu pajak sebagai dalih untuk menghindari masalah hukum yang menjerat Berlusconi.

"Dalam parlemen, semua orang harus memikul tanggung jawab terhadap tindakan mereka pada bangsa ini," terangnya.

Kasus hukum Berlusconi disebut-sebut sebagai penyebab munculnya ketegangan dalam tubuh koalisi. Sebuah komite Senate pekan depan akan memutus apakah Berklusconi akan dipecat setelah Mahkamah Agung setempat mengeluarkan putusan tetap bersalah karena kasus penggelapan pajak.

Ini merupakan putusan bersalah pertama yang dinyatakan setelah proses banding sepanjang dua dekade pria flamboyan ini dibelit berbagai kasus hukum. Ia pernah divonis harus masuk penjara tahun lalu namun kemudian diperkirakan hanya akan menjalani status tahanan rumah atau pelayanan masyarakat karena usianya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya