Berita

amien rais/net

Politik

Amien Rais Tidak Mau Kecolongan Seperti 2009

MINGGU, 29 SEPTEMBER 2013 | 07:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Amien Rais yang sedang gencar membangun kembali komunikasi politik dengan pertemuan dwi mingguan bersama partai partai Islam plus ormas Islam untuk menghidupkan kembali gagasan poros tengah jilid II, dapat dibaca sebagai sebuah tekanan kepada kelompok nasionalis untuk menaikan bargain atau nilai tawar dalam suksesi kepemimpinan nasional 2014.

Termasuk dari pernyataan Amien Rais pada kuliah umum di Universitas Diponegoro beberapa hari lalu yang memicu polemik di media masa yang mengibaratkan fenomena popularitas Joko Widodo belakangan ini seperti  fenomena Estrada mantan presiden Philiphina berlatar belakang artis populer tanpa rekam jejak panjang kepemimpinan yang membumi.

"Ini adalah dalam rangka membangun komunikasi politik yang sering diungkapkan pak Amien sebagai 'high politic'," ujar Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Pemuda Nusantara, Muhamad Adnan dalam keterangan tertulis, Minggu (29/9).


Menurutnya, Ketua Majelis Pertimbangan PAN itu sesungguhnya ingin kembali mengingatkan pada masyarakat akan consensus berbangsa yang menjadi semacam hukum tidak tertulis bahwa bangsa ini dibangun dari consensus kelompok nasionalis dan kelompok Islam.

Tradisi yang telah dibangun sejak era reformasi dengan perpaduaan dua senyawa ini, nasionalis Islam jangan sampai kecolongan lagi seperti tahun 2009 dengan munculnya SBY-Boediono. Sehingga respon keras dari pendukung Jokowi seperti Ketua Umum DPP REPDEM, Masinton Pasaribu mengatakan Amien nothing, tokoh reformis gadungan adalah pernyataan absurd dan terburu-buru.

"(Pernyataan ) ini seperti pedagang kaki lima yang panik lapak tuannya digusur," demikian Adnan. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya