Berita

Menkop dan UKM: Pameran CISMEF Pintu Gerbang UKM Indonesia Masuk Pasar Global

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2013 | 18:33 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Indonesia diberi kepercayaan menjadi co host CISMEF (China International Small Medium Enterprise Fair) di Guangzhou China. Pihak  negara Tirai Bambu itu, memberi areal untuk stand pameran paling besar atau lebih daria 200 meter.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM dalam keterangan persnya di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM di Kuningan, Jumat (27/9).

Menkop mengaku baru pulang dari menghadiri acara pameran bertajuk CISMEF yang sudah berlangsung untuk ke 10 kalinya itu. Pameran sendiri berlangsung mulai pada 24 September dan akan berakhir 28 September 2013.

“Saya bertemu dengan Menteri Riset dan Tekhnologi China, sekretaris Partai Komunis China, dan Gubernur Guangzhou,” katanya.

Menurut Menkop, dari pertemuan itu, diambil kesepakatan antara Indonesia dan China bertukar tempat pameran atau co host atau tuan rumah. Guangzhou sendiri, merupakan provinsi  kedua dari tiga terbesar di China, setelah Beijing dan Shanghai.

 â€œDi ajang pameran ini, SME atau UKM merupakan pameran terbesar. Karena itu, kami melakukan secara permanen exhibition. Kemenkop dan UKM mempercayakan badan publik bentukan Kemenkop dan UKM LLP (Lembaga Layanan Pemasaran,red) untuk itu. Ini otomatis akan membuka pasar untuk UKM kita,” katanya.

Target dari CISMEF ini, kata Menkop, supaya UKM bisa betul-betul masuk atau diakses ke pasar global.

“CISMEF ini merupakan kemudahan UKM untuk masuk ke pasar global. Kalau UKM makin banyak masuk ke pasar global, berarti ekspor kita bisa makin meningkat. Karena ekspor kita ke Cina sekarang defisit 2,3 bilion USD. Kalau ini kita dorong berarti ekspor nonmigas dari UKM akan meningkat dan UKM jadi ikut berkontribusi. Kalau makin banyak ekspor kita masuk ke pasar dunia, berarti defisit transaksi perdagangan kita bisa dikurangi,” harapnya.

Kata Menkop, saat ini daya saing kita sudah makin tinggi, dan produk sudah makin bagus. Tinggal pasarnya saja yang harus makin kreatif.

“Pasar yang begitu besar di Cina ini otomatis bisa meningkatkan ekspor UKM kita. Itu tujuannya, tapi tujuan akhir  agar defisit bisa lebih kecil, syukur-syukur bisa surplus lagi seperti tahun 2011.  Kita mengandalkan produk unggulan seperti furniture, handicraft, asesoris dan fashion produk tekstil,” pungkasnya. [dzk]


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya