Indonesia diberi kepercayaan menjadi co host CISMEF (China
International Small Medium Enterprise Fair) di Guangzhou China. Pihak negara Tirai Bambu itu, memberi areal untuk
stand pameran paling besar atau lebih daria 200 meter.
Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM dalam
keterangan persnya di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM di Kuningan, Jumat
(27/9).
Menkop mengaku baru pulang dari menghadiri acara pameran
bertajuk CISMEF yang sudah berlangsung untuk ke 10 kalinya itu. Pameran sendiri
berlangsung mulai pada 24 September dan akan berakhir 28 September 2013.
“Saya bertemu dengan Menteri Riset dan Tekhnologi China,
sekretaris Partai Komunis China, dan Gubernur Guangzhou,†katanya.
Menurut Menkop, dari
pertemuan itu, diambil kesepakatan antara Indonesia dan China bertukar tempat
pameran atau co host atau tuan rumah. Guangzhou sendiri, merupakan provinsi kedua dari tiga terbesar di China, setelah
Beijing dan Shanghai.
“Di ajang pameran
ini, SME atau UKM merupakan pameran terbesar. Karena itu, kami melakukan secara
permanen exhibition. Kemenkop dan UKM mempercayakan badan publik bentukan
Kemenkop dan UKM LLP (Lembaga Layanan Pemasaran,red) untuk itu. Ini otomatis
akan membuka pasar untuk UKM kita,†katanya.
Target dari CISMEF ini, kata Menkop, supaya UKM bisa
betul-betul masuk atau diakses ke pasar global.
“CISMEF ini merupakan kemudahan UKM untuk masuk ke pasar
global. Kalau UKM makin banyak masuk ke pasar global, berarti ekspor kita bisa
makin meningkat. Karena ekspor kita ke Cina sekarang defisit 2,3 bilion USD. Kalau
ini kita dorong berarti ekspor nonmigas dari UKM akan meningkat dan UKM jadi
ikut berkontribusi. Kalau makin banyak ekspor kita masuk ke pasar dunia,
berarti defisit transaksi perdagangan kita bisa dikurangi,†harapnya.
Kata Menkop, saat ini daya saing kita sudah makin tinggi,
dan produk sudah makin bagus. Tinggal pasarnya saja yang harus makin kreatif.
“Pasar yang begitu besar di Cina ini otomatis bisa meningkatkan
ekspor UKM kita. Itu tujuannya, tapi tujuan akhir agar defisit bisa lebih kecil, syukur-syukur
bisa surplus lagi seperti tahun 2011.
Kita mengandalkan produk unggulan seperti furniture, handicraft,
asesoris dan fashion produk tekstil,†pungkasnya. [dzk]