Berita

net

Raden Saleh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2013 | 16:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Yayasan Arsari Djojohadikusmo (YAD) mengusulkan Raden Saleh jadi pahlawan nasional. Yayasan yang dipimpin Hashim Djojohadikusumo itu menilai ada banyak kontribusi yang diberikan Raden Saleh bagi bangsa ini sehingga dia layak diangkat sebagai pahlawan nasional.

"Sudah waktunya dipertimbangkan Raden Saleh menjadi pahlawan nasional sebagai bentuk apresiasi dan rasa hormat," ujar Hashim di sela acara serah terima dua lukisan karya Raden Saleh yang direstorasi YAD, Penangkapan Diponegoro dan Harimau Minum, ke pihak Istana di Jakarta, Jumat (27/9).

Selain tercatat sebagai pionir dari seni lukis modern di Indonesia, Raden Saleh juga sosok yang merintis Kebun Binatang Cikini, yang kemudian menjadi Taman Margasatwa Ragunan Jakarta.


Terkait restorasi lukisan Penangkapan Diponegoro dan Harimau Minum, jelas Hasim, selesai dikerjakan setelah menjalani proses yang cukup panjang di awal pengerjaannya.

"Yayasan Arsari Djojohadikusmo berterima kasih diberi kesempatan ikut berperan dalam menyelamatkan dari kerusakan lebih parah, hasil karya salah satu seniman besar Indonesia, Raden Saleh," katanya.

Ada 6 lukisan karya Raden Saleh tersebar di seluruh Istana Negara yakni di Jakarta, Bogor, Yogyakarta, dan Tampaksiring. Semenjak awal tahun 2013 ini, YAD bekerjasama dengan Goethe Institut Indonesia telah merencanakan untuk membantu restorasi lukisan-lukisan karya Raden Saleh, termasuk lukisan yang merupakan koleksi Istana Negara Jakarta dan Istana Negara Bogor. Restorasi dua lukisan ini baru terlaksana di akhir Juli 2013.

Sesuai dengan visinya, kata Hashim dalam keterangan pers yang diterima redaksi, YAD akan terus memberi perhatian terhadap berbagai upaya pelestarian seni dan budaya Indonesia.

"YAD akan terus memberi dukungan sudah pasti, namun bentuknya tidak berupa restorasi lagi. Kami ingin mulai mendorong bangkitnya kepedulian, pemahaman masyarakat tentang pentingnya pelestarian karya seni," ujar Hashim. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya