Berita

Robert Tantular/net

Hukum

Sakit, Bekas Bos Bank Cetury Batal Diinterogasi KPK

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2013 | 20:57 WIB | LAPORAN:

Pemeriksaan lanjutan terhadap bekas bos Bank Century, Robert Tantular, dalam perkara dugaan korupsi pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai Bank sistemik, hari ini (Kamis, 26/9) batal dilakukan.

Jurubicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo menerangkan bahwa batalnya pemeriksaan Robert lantaran saat ini yang bersangkutan tengah menderita sakit.

"Tadi ada informasi bahwa Robert sakit," terang dia dalam keterangan pers di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan petang tadi (Kamis, 26/9).


Johan menambahkan, atas batalnya pemeriksaan ini, pihaknya segera menjadwalkan pemeriksaan ulang. Namun, kapan pastinya, Johan mengaku belum mendapatkan informasinya dari penyidik.

Robert terhitung dalam bulan ini sudah lima kali diperiksa KPK sebagai saksi. Dalam beberapa kesempatan, Robert mengungkapkan adanya dugaan penyelewenangan dana bailout (dana talangan) sebesar Rp 6,7 triliun yang digelontorkan untuk penyelamatan Bank Century. Terpidana empat tahun di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait Century ini pun meminta KPK menelusuri dugaan penyelewengan tersebut.

Robert juga menduga ada invisible hand yang sengaja menyebabkan Bank Century kalah kliring atau kolaps. Dengan kondisi tersebut pemerintah akhirnya campur tangan dan menggelontorkan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun. Padahal, menurut Robert, Rp 1 triliun saja sudah cukup untuk menyelamatkan Bank Century.

Dalam kasus Century, KPK menetapkan Budi Mulya sebagai tersangka. Budi disangka menyalahgunakan wewenang dalam pemberian FPJP kepada Bank Century tahun 2008 dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya