Berita

masinton pasaribu/net

Politik

Para "Pemain Lama" yang Merapat ke Mega Dipastikan Bakal Kecele

SABTU, 21 SEPTEMBER 2013 | 16:27 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

PDI Perjuangan memandang Pemilu 2014 adalah titik krusial bagi Indonesia mengembalikan kebesaran bangsa melalui jalan politik yang berdaulat, mandiri, dan berkarakter Indonesia. Tidak melulu tunduk di bawah kendali asing.

Demikian ditegaskan Ketua Umum dari organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu, pada Sabtu (21/9).

Masinton menyampaikan itu untuk menanggapi berita yang menyebut Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sedang didekati para "pemain lama". Mereka disebut-sebut memiliki peranan tertentu di balik kebijakan Megawati semasa menjabat presiden (2001-2004), yang bertentangan dengan kepentingan nasional, seperti melego PT Indosat, juga melepaskan sejumlah obligor nakal dari kewajiban mereka melunasi BLBI.


Kehadiran para "pemain lama" itu tak lepas dari fenomena kehadiran Joko Widodo sebagai figur kuat yang memiliki peluang besar dicalonkan PDI Perjuangan sebagai presiden pada Pilpres 2014. Agenda utama kelompok ini untuk sementara diyakini adalah mencarikan tokoh yang dianggap pantas dan pas mendampingi Jokowi melenggang ke pemilihan presiden. Dan itu bisa dipastikan adalah figur yang mendukung kepentingan asing tetap berkuasa.

Masinton menegaskan, PDIP telah memilih untuk kembali ke jalan ideologi partai. Hal ini adalah koreksi yang dilakukan terhadap perjalanan bangsa yang melenceng jauh dari "jembatan emas kemerdekaan".

"Mereka-mereka 'pemain lama' yang berperan sebagai komprador atau agen asing yang ingin terus menerus melanggengkan penjajahan di Indonesia nantinya akan kecele melihat tumbuh bersemainya kader-kader muda ideologis di PDI Perjuangan," tegas dia.

Masinton yang juga merupakan caleg PDIP dari Dapil Jakarta 2, menambahkan bahwa kader-kader muda PDIP sangat percaya dengan keteguhan prinsip Megawati Soekarnoputri.

"Kelompok komprador itu akan kesulitan mendikte ataupun menyusupkan kepentingan tuannya. Apalagi negara kita sudah tidak lagi memiliki keterikatan dengan IMF," tutur Masinton.

Dia juga ingatkan tentang pidato Megawati dalam pembukaan Rakernas III di Ancol, Jakarta beberapa waktu lalu, bahwa tidak akan pernah ada calon presiden dari PDIP kecuali PDIP mencapai 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional. Hal itu dipertegas kembali dengan rekomendasi Rakernas yang menargetkan perolehan suara PDI Perjuangan 27, 02 persen. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya