Berita

marzuki alie/net

Hukum

Marzuki Alie: Omong Kosong Kalau Tidak Ada Deal !

SABTU, 21 SEPTEMBER 2013 | 10:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua DPR Marzuki Alie mengaku sering kali memiliki pemikiran berbeda dengan rekan-rekannya di lembaga politik yang dipimpinnya itu. Marzuki menjelaskan lagi inti dari usul yang kemarin ia lontarkan, mengenai pencabutan hak DPR dalam memilih pimpinan lembaga negara.

Marzuki akui, jauh sebelum isu suap dalam pemilihan hakim agung yang baru ini muncul, ia selalu melihat praktik-praktik kotor yang terjadi di lingkungan DPR. Namun, dia akui untuk menghilangkan praktik-praktik itu tak semudah memperbaiki persoalan di kesekjenan.

Menyelesaikan persoalan kesekjenan, diakuinya lebih sederhana karena Sekjen DPR berada di bawah pimpinan DPR. Tapi, pimpinan DPR tak memiliki banyak wewenang dalam menekan transaksi-transaksi politik di antara anggota Dewan. Semua kembali ke fraksi masing-masing.


"Ada praktik-praktik yang terjadi di pemilihan pimpinan lembaga negara, maka perlu dievaluasi lagi dari segi urgensi. Terlalu banyak urusan yang diambil DPR dengan alasan mewakili rakyat," kata Marzuki dalam diskusi bertajuk "Transaksionalisasi di DPR" yang saat ini masih berlangsung di bilangan Cikini, Jakarta Pusat (Sabtu, 21/9.

Petinggi Partai Demokrat ini menyatakan, hampir bisa dipastikan bahwa pimpinan lembaga negara yang dipilih lewat uji kelayakan DPR maka independensinya diragukan. Hal itu karena mereka dipilih para politisi. Para politisi itu belum tentu negarawan. Di mata Marzuki, para politisi DPR mewakili banyak kepentingan partai dan kepentingan pribadi.

Dia mengklaim bahwa soal ini sudah lama diingatkannya. Belum lagi persoalan teknis di mana DPR tidak mungkin bisa mengukur integritas dan kelayakan seorang calon pimpinan lembaga dalam satu kali pertemuan dan waktu yang sangat pendek. Negara ini akan tembah celaka kalau ada politisi yang tak baik terpilih menjadi tim seleksi pimpinan lembaga negara.

"Celakalah kita. Saya tidak yakin yang mereka wakili itu kepentingan negara karena semua kepentingan dari fraksi. Pimpinan KPK dan lembaga hukum lainnya harus dipilih DPR? Ini pasti ada deal. Omong kosong kalau tidak ada deal," tegasnya.

Selanjutnya yang ia sorot adalah kompetensi anggota DPR yang belum tentu seimbang dengan pihak yang diuji.

"Misalnya, calon gubernur Bank Indonesia yang sudah punya pendidikan ekonomi tinggi kok diseleksi oleh orang yang baru saja masuk Komisi XI. Ini kritik saya terhadap semua partai," terangnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya